Prohaba.co
Prof Yahaya: Libatkan Akademisi untuk Bangun Daerah
Senin, 22 Oktober 2012 02:11 WIB
211013foto_16.jpg
SERAMBI/RIZWAN
Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah (dua kiri) dan Prof Dr Yahaya bin Ibrahim (kiri) dari Universitas Malaysia Terengganu (UMT) Malaysia, saling tukar cenderamata pada seminar internasional yang dilaksanakan Pemkab Aceh Barat dan UTU Meulaboh di aula kantor bupati setempat, Sabtu (20/10).
PROHABA.co - Prof Dr Yahaya bin Ibrahim, guru besar dari Universitas Malaysia Terengganu (UMT) Malaysia mengungkapkan untuk pembangunan daerah sebaiknya dilibatkan sebanyak mungkin akademisi, cerdik pandai, serta dilakukan perencanaan sebaik matang.

“Libatkan akademisi untuk membangun daerah secara bersama-sama,” ujar Prof Yahaya bin Ibrahim kepada Serambi, Minggu (21/10) di Meulaboh, di sela akan kembali ke Malaysia.

Sehari sebelumnya pada Sabtu (20/10), Prof Dr Yahaya bersama empat dosen lain dari UMT Malaysia yakni Prof Dr Mohd Shaladdin Muda, Prof Madya dr Wan Abdul Aziz bin Wan Mohd Amin, Prof Madya Dr Norsiah binti Ahmad, dan Dr Ahmad Munir bin Mohd Salleh menjadi pemateri pada seminar internasional dilaksakan Pemkab Aceh Barat bersama Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh di aula Pemkab Aceh Barat.

Seminar yang dipandu Mursyidin Zakaria SAg MA juga menghadirkan pemateri dari UTU, Dr Edwarsyah MP.

Prof Yahaya sebagai pembantu rektor di UMT menyebutkan, Pemerintah Aceh Barat untuk dimajukan perencanaan dibuat sebaik mungkin dan tulus serta jangan ada korupsi dan perencanaan terus untuk masyarakat. Maka pelaksanaan menyeluruh dan seimbang boleh dilaksanakan dan gunakan untuk rakyat. Sehingga ketika ada hal yang akan diputuskan dengan dilibatkan berbagai komponen maka tidak terkesan hanya bupati saja yang menentukan.

Di sisi lain, Prof Dr Yahaya menyampaikan harapan agar UTU Meulaboh segera maju dan berkembang dan menjadi institusi yang hebat dan diharapkan songkongan dan dukungan dari pemerintah dari daerah hingga pusat. “Karena itu harus segera jadi universita negeri, jalin kerjasama,” ungkapnya.(riz)

Editor : bakri