Prohaba.co
Tagih Utang, Istri Polisi Dianiaya
Kamis, 15 November 2012 17:19 WIB
161112foto.3_.jpg
PROHABA/KHALIDIN
Rosilawati (38) warga Subulussalam, Kecamatan Sipang Kiri, Kota Subulussalam didampingi anak pertamanya Rio Chandra Kirana (19) masih terkulai di pembaringan setelah babak belur dianiaya seorang pria, Selasa (13/11).
SUBULUSSALAM – Nasib apes menimpa Ny Rosilawati (38) warga Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Ibu beranak lima tersebut mengaku menjadi korban penganiayaan seorang pemuda, DP (21), ketika berniat menagih utang, Selasa (13/11) di Jalan Cut Nyak Dhien, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Korban Ny. Rosilawati mengakui kejadian itu sejenak ia menjemput anaknya bernama Raja Yoga M.Zarli (5) dari Taman Kanak-Kanak (TK) yang tidak jauh dari rumah pelaku. Korban yang istri seorang anggota polisi itu mengaku berkunjung ke rumah tersangka, untuk menagih utang.

Acara tagih utang itu berakhir dengan perang mulut, hingga tiba-tiba korban yang seorang wanita mendapat perlakuan kasar dari pemuda DP, kerabat yang ditagih utang.

Penganiayaan itu diakui akorban berakibat bibir sebelah kiri pecah, dada sebelah kanan bengkak, serta gigi bagian depan goyang. Korban mengaku sempat muntah saat dipukul.

Korban menyelamatkan diri dari amukan sang pria yang mulai beringas ke Mapolsek Simpang Kiri.  Sesampai di Mapolsek Simpang Kiri, korban Rosilawati langsung dibawa petugas ke Puskesmas Penanggalan untuk divisum. Korban pun kemudian dibawa pulang ke rumah lantaran masih pusing. Korban yang didampingi anak pertamanya Rio Chandra Kirana (19), berharap kasus yang menimpanya diproses sesuai hukum yang berlaku. Pasalnya, aksi pemukulan dilakukan oleh seorang pria terhadap wanita sepertinya seharusnya tidak terjadi. “Saya ingin kasus ini diusut tuntas, masa perempuan dipukuli babak belur, kalau perempuan dengan perempuan mungkin lain hal,” kata Rio, anak pertama korban.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto S.IK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Simpang Kiri, Iptu Hadidin Desky, SH di ruang kerjanya membenarkan adanya kejadian penganiayaan terhadap seorang perempuan. Menurut Kapolsek Hadidin, kini korban sudah divisum namun belum membuat laporan kepolisian lantaran masih shock dan sakit. Pelaku penganiayaan juga menurut Kapolsek Hadidin sudah diamankan untuk sementara waktu.(kh)

Editor : bakri