Prohaba.co
Orok Tersangkut di Krueng Batee Iliek
Sabtu, 23 Maret 2013 21:05 WIB
240313_11.jpg
PROHABA/FERIZAL HASAN
Sosok bayi perempuan ditemukan sudah tak bernyawa tersangkut di batu dalam Krueng Batee Iliek, kawasan Desa Meurah, Samalanga, Bireuen, Sabtu (23/3) sekira pukul 13.30 WIB. Jenazah bayi tersebut saat disemayamkan di Puskesmas Samalanga.
BIREUEN – Sosok orok berkelamin perempuan yang tak bernyawa, ditemukan tersangkut di batu dalam Krueng Batee Iliek, kawasan Desa Meurah, Samalanga, Bireuen, Sabtu (23/3) sekira pukul 13.30 WIB. Penemuan bayi malang itu dengan cepat menyebar kepada masyarakat, sehingga menggegerkan seantero Bate Iliek dan sekitarnya.

Informasi yang dihimpun Prohaba petang kemarin menyebutkan, bayi tersebut awalnya ditemukan oleh warga yang sedang mandi di kawasan rekreasi Kreung Batee Iliek. Temuan itu diberitahukan kepada para warga di sekitar itu. Bayi yang masih memiliki tali pusar tersebut tidak terbungkus dengan sehelai kain apapun. Lalu diangkat ke pinggir sungai.

Beberapa saat kemudian, anggota kepolisian sektor (Polsek) Samalanga tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian mobil ambulans Puskesmas Samalanga juga tiba di TKP. Petugas medis segera membawa bayi tersebut ke puskesmas setempat untuk divisum.

Menurut keterangan medis di puskesmas tersebut, bayi perempuan malang itu diperkirakan baru beberapa jam dilahirkan. Orok malang itu dikebumikan di pemakaman umum Desa Meurah Samalanga.

Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK, melalui Kapolsek Samalanga, Iptu Mawardi yang dikonfirmasi mengatakan, menurut keterangan yang dikumpulkan pihaknya dari masyarakat sekitar, bayi itu sudah diletakkan pelakunya beberapa jam sebelum ditemukan. “Kami memperkirakan bayi itu dibuang orang tuanya pada malam hari,” ujar Kapolsek.

Dikatakan Kapolsek, setelah mendapat informasi penemuan bayi yang sudah tidak bernyawa itu, sejumlah anggotanya langsung disebarkan ke sejumlah desa untuk mencari pelaku pembuang bayi tak berdosa tersebut. “Kasus penemuan bayi itu sedang kami kembangkan,” tegas Mawardi.(c38)

Editor : bakri