Prohaba.co
Lagi, ABG Diperkosa Kenalan Facebook
Minggu, 7 April 2013 09:37 WIB
* Disekap Lima Hari

JAKARTA - Korban pemerkosaan yang dilakukan oleh kenalan di jejaring sosial kembali terjadi. Kali ini, seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Jakarta Selatan, ESR (14), yang mengalaminya.

Remaja ABG itu menjadi korban pria cabul yang dikenalnya lewat Facebook. Bahkan, gadis ini diperkosa bergiliran oleh sepuluh orang lebih, dan disekap selama lima hari.

ESR mengadukan hal ini ke Komisi Nasional Perlindungan Anak. Saat ditemui, dia menceritakan kisah pilunya itu. Menurut ESR, dia berkenalan dengan seorang pria berinisial IL lewat jejaring Facebook pada awal Maret lalu. Suatu hari, IL mengajaknya bertemu. “Sepulang sekolah saya ketemu dia (IL), karena dijanjiin mau dikasih BlackBerry,” kata ESR di Komnas Anak, Sabtu, 6 April 2013.

Setelah bertemu, ESR diajak ke rumah IL. “Rumahnya sepi, saya malah dipegang-pegang. Sempat nolak tapi saya dipaksa,” katanya. IL kemudian mencekoki ESR dengan minuman keras hingga mabuk. Menurut dia, setelah mabuk dia tidak ingat apa-apa lagi.

Menurut seorang rekan IL berinisial RY, dia telah diperkosa secara bergiliran. “Saya semalam digilir lebih dari 10 orang.” ESR kemudian disekap dan mengalami perbuatan serupa hingga orang tuanya menemukan pada 5 Maret lalu. “Saya sudah lapor ke Polsek Pasar Minggu, tentang hilangnya anak saya, tapi juga tidak ketemu,” kata S, Ibunda ESR.

Beruntung, ESR sempat mengirim pesan ke seorang temannya mengenai tempat dia berada. Seorang kemenakannya akhirnya menemukan keberadaan ESR di satu tempat di Jakarta Timur. Menurut S, sang anak kemudian menceritakan kejadian memilukan itu dan kemudian mereka melapor ke kepolisian pada 6 Maret 2013.

Sementara Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur menyatakan masih menyelidiki kasus pemerkosaan yang dialami ESR. “Pelakunya dalam pengejaran, pihak keluarga juga diminta segera melapor jika mengetahui keberadaan pelaku,” kata Kepala Subbagian Humas Polres Jakarta Timur, Komisaris Didik Hariyadi, Sabtu, 6 April 2013.

Belakangan disebutkan, gadis ESR urung melanjutkan pendidikannya. Ia memutuskan untuk keluar dari sekolahnya lantaran malu setelah apa yang terjadi pada dirinya diketahui teman-teman sekolahnya.

“Dia sudah berhenti sekolah sejak kejadian itu. Dia malu sama teman-temannya,” kata Anton Priyatna, paman korban, saat ditemui di Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (6/4).

Kemauan korban yang telah duduk di bangku kelas 2 SMP tersebut sejalan dengan anjuran sekolah. S (43), ibu korban, menuturkan, pihak sekolah menganjurkan agar ESR pindah sekolah. Usulan itu didasari pertimbangan agar korban tidak menjadi sasaran olok-olokan teman sekolahnya.

Peristiwa penyekapan dan dugaan pemerkosaan itu pertama kali diketahui oleh keluarga dari salah seorang teman sekolah ESR yang bernama Tris. ESR hanya dilengkapi pakaian seragam saat dibawa oleh Ilham, teman Facebook korban, ke Gang Waru, Condet. Karena itu, salah seorang terduga pelaku kemudian menelepon Tris untuk membawa pakaian ganti korban.(tribunnews.com)

Editor : bakri
Sumber : Tribunnews