Prohaba.co
Kakek Cabuli Bocah di Kantin Sekolah
Selasa, 16 April 2013 10:47 WIB
160413foto_9.jpg
PROHABA/BUDI FATRIA
Petugas medis memeriksa kesehatan Anwar (60) pelaku pemerkosaan terhadap bocah 9 tahun, di Mapolsek Kuta Malaka, Aceh Besar, Senin (15/4)
BANDA ACEH - Pria gaek An (60), warga salah desa di Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, dilaporkan ke polisi, atas dugaan pencabulan terhadap bocah--sebut saja--Bunga (9). Walhasil, An yang sehari-sehari juga dituakan masyarakat itu, kini mendekam di prodeo Polsek Kuta Malaka.

Dari informasi diperoleh Prohaba, keluarga Bunga mengetahui insiden dugaan pencabulan itu, sejenak mendapati gadis kecil itu berjalan dalam kondisi mencurigakan. Setelah diinterogasi pihak keluarga, Bunga mengakui jika dirinya dicabuli Kek An. Dan menggelindinglah, kasus itu ke polisi.

Kapolres Aceh Besar AKBP Djadjuli SIK MSi, kepada Prohaba mengatakan, pria An selama ini menjadi guru bantu di sekolah tempat kejadian. Bahkan kata Kapolres, tersangka An juga termasuk salah seorang yang dituakan di desanya.

Dari penelusuran pihak polisi, sejenak pengaduan keluarga Bunga, aksi pencabulan itu dilakukan di dalam kedai milik Kek An yang berada di kompleks sekolah. Dan itu dilakukan siang bolong sekira pukul 12.00 WIB. “Begitu laporan dari keluarga korban masuk, gadis kecil tersebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Sementara kakek Anwar, pada dini harinya langsung diringkus anggota dan hingga kini ditahan di Polsek Kuta Malaka,” kata Djadjuli, Senin (15/4).

Menurut Djadjuli, tersangka An sempat berkilah di depan penyidik soal aksinya itu. Belakangan tersangka mengakui perbuatannya. Namun pihak polisi juga mengakui data yang diperoleh dari keluarga korban juga cukup minim, berkaitan dengan dugaan pencabulan tersebut.

Sementara Zul (36), paman korban yang ditemui Prohaba menyebutkan, awal terungkapnya kasus dugaan pencabulan terhadap ponakannya itu diketahui oleh Sak, bibinya Bunga, yang melihat korban berjalan tak seperti biasanya.

Pihak keluarga menyebutkan, aksi pencabulan terjadi saat Bunga hendak pulang dari sekolah. Bunga lalu dipanggil oleh sang kakek, dan tanpa menaruh curiga, bocah itu pun mendekat, karena antara pelaku dan korban kenal. Namun panggilan itu berakhir dengan aksi pencabulan. “Untuk diketahui ponakan saya itu hingga hari ini takut ke sekolah. Ia dan keluarga masih sangat trauma dengan kejadian ini,” demikian Zul.(mir)

Editor : bakri