Prohaba.co
Bocah Adik Kakak Mengapung di Tambak
Minggu, 28 April 2013 10:37 WIB
280413foto_9.jpg
PROHABA/ZUBIR
Ratusan warga melayat ke rumah dimana kini disemayamkan sementara, dua korban tenggelam, M Syuhada (1,5) dan Nurul Intan (3), warga Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur. Korban ditemukan mengapung di tambak sampin rumahnya oleh anak-anak pencari kepiting, Sabtu (27/4) sekitar pukul 15.30 WIB sore.
* Ibu Dirawat di Rumah Sakit

LANGSA - Elegi pahit sebuah keluarga kaum jelata. Saat sang ibu di rawat di rumah sakit, serta ayah yang terlelap kelelahan menjaga parkir malam hari, dua bocah adik kakak M Syuhada (1,5) dan Nurul Intan (3), warga Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, meregang nyawa di tambak tak jauh di samping rumah di Lorong SD Sungai Lueng, Gampong Kapa.

Keduanya ditemukan telah menjadi jasad, Sabtu (27/4) sekitar pukul 15.30 WIB jelang petang. Pecahlah tangis mengharubiru serta jerit histeris warga sekitar. Sang ibu yang sudah 20 hari dirawat di rumah sakit, akhirnya pulang dengan hati tersayat saat menyaksikan dua buah hatinya telah dipanggil Yang Maha Kuasa.

Kedua korban pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang sedang mencari kepiting. Saat itu ayah korban, Defrizal Ananda (32), sedang tertidur di rumahnya. Sementara ibu korban, Rini (25), sudah berapa pekan ini dirawat di RSID Langsa akibat sakit yang dideritanya.

Informasi dihimpun Prohaba, menyebutkan, pada Sabtu (27/4) kemarin, sedang berlangsung pasang air laut, dan air bahkan naik ke sekitar halaman rumah korban. Waktu itu sekitar pukul 14.00 WIB siang korban M Syuhada dan kakaknya Nurul Intan, asik bermain di sekitar halaman rumah.

Sedangkan ayahnya yang sehari-harinya bekerja sebagai juru parkir khusus malam di RSUD Langsa, sekaligus selama berapa pekan ini menjaga istrinya yang sakit di ruma sakit itu, tertidur di rumahnya karena kelelahan.

Namun sekitar pukul 15.30 WIB, ayah korban diberitahukan oleh berapa anak -anak yang kebetulan sedang mencari kepiting, bahwa M Syuhada dan Nurul Intan sudah terapung di tambak berkedalaman satu meter lebih.

Defrizal terhenyak dan langsung nanar saat menyaksikan dua buah hatinya telah terapung kaku di tambak. Informasi ini cepat menyebar ke sekitar tempat tingggal korban hingga sontak membuat geger. Selanjutnya orang tua korban dan dibantu berapa warga langung mengangkat M Syuhada dan Nurul Intan, yang sudah mengapung dari dalam tambak ke darat. Kedua korban tenggelam ini juga sempat di bawa ke RSUD Langsa, namun nyawa keduanya tidak bisa tertolong lagi.

Selama ini seperti biasanya, dua bocah ini bermain di halaman rumahnya dan tidak pernah masuk ke dalam tambak itu. Apalagi orang tua mereka melarangnya, namun naas bagi keduanya, pada hari itu bersamaan dengan pasang air, mereka ditemukan tenggelam di dalam tambak, yang hanya berjarak berapa meter dari samping kiri rumah korban.

Kedua orang tua M Syuhada dan Nurul Intan, saat itu terlihat Begitu syock, dan tak kuasa menahan pilu mendalam.

Sore itu jnazah dua korban tenggelam adik kakak ini, berada di rumah kakeknya, yang berada tak jauh dari rumah mereka. Ratusan warga silih brrganti mendatangi rumah duka, tempat disemayamkannya ke dua bocah malang ini. Korban akan dibawa ke liang lahat, Minggu (28/4) hari ini.(c42)

Editor : bakri