Prohaba.co
Gadis Curek Tenggak Racun Rumput
Minggu, 16 Juni 2013 10:52 WIB
160613_16.jpg
PROHABA/SA'DUL BAHRI
EJ warga Curek, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya yang masih menjalani perawatan di ruang inap RSUD, Calang, Aceh Jaya akibat menenggak racun rumput, Sabtu (15/6).
* Sumadio Keracunan Obat

CALANG – Gadis EJ (21) warga Desa Curek, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, tiba tiba gelap mata hanya karena gombal seorang lelaki. Gadis pekerja kebun sawit itu nekat menenggak racun rumput, Jumat (14/6) sekira pukul 16.30 WIB, karena ditinggal pergi seorang lelaki yang selama ini dekat dengan dirinya.

Walhasil, gadis itu dilarikan ke rumah sakit, dalam kondisi kritis sejenak sempat tersungkur dari sepmor yang ia kendarai. Korban dilarikan temannya ke RSUD Calang untuk dilakukan penanganan medis.

Gadis EJ saat ditemui Prohaba, Sabtu (15/6) di RSUD Calang, mengakui jika tindakan nekatnya hanya karena ditinggalkan lelaki pujaannya. Bak kisah cinta remoe juliet, EJ mengaku sudah berencana hidup bersama sang pujaan. Namun apa daya, lelaki yang ia idamkan ternyata pergi begitu saja. Janji itu ternyata hanya gombal semata.

EJ yang sudah agak baikan di rumah sakit, mengaku menenggak racun dalam perjalanan pulang dari kerja di PT Boswa Megalopolis. Kala sampai di sebuh gubuk, ia melihat ada racun rumput di situ dan layaknya minum minuman keamasan, EJ langsung menenggak racun rumput tersebut.

Tidak lama setelah itu ia kembali melanjutkan perjalanan pulang dengan temannya menggunakan sepeda motor. Dan saat itulah korban pusing dan terjatuh. “Saya khilaf hingga harus minum racun rumput, pikiran saya kacau. Selain itu hubungan dengan keluarga juga sedang memburuk,” kata EJ, tanpa merinci penyebab memburuknya hubungan dengan keluarganya itu.

Keuchik Curek, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya Safari Kaoy kepada Prohaba, membenarkan ada warganya yang minum racun rumput. Menurutnya, wanita itu kemungkinan ada masalah dengan keluargnya, juga disamping itu ada kaitannya dengan persoalan asmara yang ia hadapi hingga membuat dia berusaha mengakhiri hudupnya.

Sementara Sumadio (50) warga asal Medan, pada Jumat (14/6) sekitar pukul 18.00 WIB terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Calang oleh rekan-rekannya seprofesi di Desa Aleu Piet, Kecamatan Panga, Aceh Jaya. Lelak itu diduga keracunan obat bentuk pil.

Korban menderita sesak dan mengalami bengkak di wajah dan jantung berdebar. Korban merupakan salah satu teknisi di salah satu bengkel di Desa Alue Piet.

Sumadio yang ditemui Prohaba, Sabtu (15/6) sekitar pukul 16.00 WIB, terlihat sudah mulai membaik, namun ia masih tetap dilakukan perawatan agar korban benar-benar pulih. Dikatakan Sumadio, ia biasanya meminum tiga butir Neo Rheumacyl setiap hari, namun tidak apa-apa. Akan tetapi pada jumat itu ia hanya minum satu butir saja, tiba-tiba hampir tidak sadarkan diri dengan nafas sesak, wajah bengkak dan jantung semakin berdebar. “Kemungkinan pil Neo Rheumacyl yang saya minum sudah ‘kedaluarsa’, karena sudah dua minggu lebih saya beli. Dan baru saya minum pada hari Jumat itu,” jelasnya.

Khaidir Jakfar, salah satu dokter umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Calang, Aceh Jaya kepada Prohaba, Sabtu (15/6) mengatakan, dua warga yang dirawat sejak Jumat (14/6) malam, akibat kecacunan obat dan minum pestisida dan masih dirawat hingga Sabtu (15/6). Mereka masing-masing Sumadio asal Medan mengalami wajah bengkak, sesak dan jantung berdebar setelah meminum obat. Sementara EJ warga Curek diduga  keracunan pestisida, namun mereka saat ini semuanya sudah mulai membaik.(c45)

Editor : bakri

Aceh-jaya Populer