Prohaba.co
Buruh Tambang Emas Tewas
Jumat, 21 Juni 2013 12:31 WIB
* Kamp Tertimbun Longsor

SIGLI - Mukhsin (23) warga Gampong Pulo Ie, Kecamatan Tangse, Pidie, Rabu (19/6), tewas tertimbun material longsor di lokasi tambang ilegal di Gampong Pulo Loih, Kecamatan Geumpang. Mukhsin bekerja sebagai buruh menggali lobang di km 12 milik tokenya bernama Imparian Abdullah (30) warga Gampong Pucok Kecamatan Geumpang.

Beberapa sumber di Geumpang melaporkan, lokasi tambang emas tersebut berada jauh di kawasan pegunungan, yakni dari arah Geumpang menuju Tutut, atau seputaran Jirat Aneuk Manyak. Dari lokasi Jirat Aneuk Manyak itu, para penambang disebutkan harus berjalan kaki membelah belantara gunung menuju lokasi tambang.

Informasi yang didapat, kemarin, peristiwa longsor yang merenggut nyawa Mukhsin, terjadi begitu cepat. Persisnya saat hujan yang mengguyur pergunungan Geumpang. Saat itu, jarum jam masih menunjukkan sekitar pukul 11.00 WIB. Hujan yang turun menyebabkan pekerja harus menghentikan penggalian lobang. Muksin bergegas masuk ke dalam kamp untuk berlindung sambil melepas lelah setelah penat bekerja. Beberapa menit Mukhsin berada di dalam kamp.

Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang kamp. Kala itu, Mukhsin meyakini bahwa suara gemuruh itu berasal dari tanah longsor. Mukhsin yang kebetulan seorang diri di dalam kamp lari keluar. Belum jauh dengan kamp, Muksin tiba tiba kembali lagi ke kamp dengan tujuan untuk mengambil barang. Saat kembali ke kamp tersebut, tanah bercampur batu menimbun kamp itu. Berita tertimbunnya Mukhsin akibat longsor diketahui pekerja tambang lainnya. Warga mengevakuasi Mukhsin yang terkubur dengan material longsor itu. Karena jarak tempuh dari lokasi tambang ke Puskesmas Geumpang sangat jauh dan harus melalui medan yang sulit. Akhirnya sekira pukul 18.00 WIB, korban sampai di Puskesmas.

Sekira pukul 18.30 WIB, Mukhsin menghembus nafas terakhir di Puskesmas tersebut. Hasil visum tenaga medis di Puskesmas Geumpang, ditemukan adanya luka merah lembam di seluruh tubuh Mukhsin. Juga di telinga dan hidung mengeluarkan darah. Sekira pukul 19.00 WIB, jasad Mukhsi diantar ke tempat peristirahatan terakhir di Tangse.          

Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Raja Gunawan MM, yang dihubungi, kemarin, membenarkan seorang buruh  penambang emas bernama Muksin tewas tertimbun longsor di kawasan tambang emas di pergunungan Geumpang. Mukhsin bekerja pada tokenya Imparian Abdullah. “Informasi awal korban tewas karena tertimbun longsor saat berada di dalam kamp,” demikian Raja Gunawan.(naz)

Editor : bakri