Prohaba.co
Pedagang Pukul Mundur Satpol PP
Jumat, 21 Juni 2013 15:03 WIB
* Relokasi Kios Ditunda

MEDAN - Seratusan pedagang buku di Lapangan Merdeka, Medan memukul mundur Satpol PP yang dibantu polisi ketika hendak menertibkan kios mereka, Kamis (20/6). Pedagang menolak direlokasi karena di tempat baru, mereka dikutip iuran Rp 850 ribu per tahun.

Kericuhan yang terjadi di depan Stasiun Besar Kereta Api Medan itu langsung pecah ketika unjuk rasa pedagang dibubarkan Satpol PP. Kedua kelompok ini memiliki misi bertentangan, yakni pedagang ingin tetap berjualan di Lapangan Merdeka, sedangkan Satpol PP ditugasi memindahkan mereka ke Jalan Perniagaan, Medan Barat.

Akibatnya setelah adu argumentasi tak membuahkan kata sepakat, kedua kubu pun terlibat aksi saling dorong. Intensitas kericuhan meningkat ketika bagian kecil kelompok ini terlibat baku hantam.

Situasi memanas itu langsung ditengahi polisi dengan memisahkan kedua kelompok tersebut. Dalam “masa tenang” itu, pedagang menyampaikan orasi tentang relokasi yang dianggap tak memuaskan.

“Sudah ada keputusan bersama pedagang dengan DPRD Medan dan Pemko Medan. Isinya membolehkan kami berjualan di Lapangan Merdeka,” kata Ketua Persatuan Pedagang Buku Lapangan Merdeka, Sainan.

Tapi bukan hanya itu alasan mereka menolak direlokasi. Menurut Sainan, tanah yang dijadikan lokasi baru oleh Pemko Medan milik PT Kereta Api Indonesia. Masalahnya, PT KAI kata dia sudah terang-terangan mematok iuran Rp 850 ribu per tahun bagi setiap pedagang. Sementara di Lapangan Merdeka mereka tak memiliki iuran tetap.

“Nanti kalau sudah di situ, giliran orang Kereta Api yang menggusur. Gitu-gitu sajalah nasib kami,” katanya.

Massa yang mulai memblokir ruas jalan raya itu kemudian ditemui sejumlah pejabat Pemko Medan. Dalam pertemuan tertutup itu disepakati eksekusi hari itu ditunda. Menurut pedagang, mereka bersedia direlokasi asal Pemko Medan bersedia memperbaiki kualitas kios dan menjamin tidak ada iuran sewa.

“Dulu kami ini semua di Titi Gantung. Terus digusur sampai ke Lapangan Merdeka. Sekarang ini tinggal 180 kios. Padahal dulu banyak,” beber Sainan.

Rencana penggusuran pedagang buku itu mulai hangat dibicarakan sejak setahun lalu, atau persisnya akan beroperasinya Bandara Kualanamu. Pemko Medan berencana menjadikan sebagian Lapangan Merdeka Medan menjadi parkir Stasiun KA Bandara Kualanamu. Masalahnya, lokasi yang diminati Pemko Medan sudah berdiri 180 kios pedagang buku sejak 11 tahun lalu.(mad)

Editor : bakri