Prohaba.co
SDN Ladang Tuha Satu Dilalap Api
Kamis, 27 Juni 2013 12:27 WIB
270613_12.jpg
PROHABA/AZHARI
Seorang warga memindahkan seng atap gedung SDN Ladang Tuha Satu, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, yang terbakar Rabu (26/6) dini hari
BLANGPIDIE - Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ladang Tuha Satu, Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (26/6) dini hari, terbakar. Tak ada korban jiwa pada peristiwa itu. Namun, enam ruang belajar plus dua ruang gugus beserta fasilitasnya, ludes dimangsa sijago merah.

Nasir, salah seorang saksi mata, mengatakan kebakaran yang menimpa SDN Ladang Tuha Satu itu terjadi sekira pukul 01.30 WIB. Saat itu, warga sedang tertidur.

Nasir baru mengetahui peristiwa itu setelah mendengar jeritan warga memberitahukan kebakaran dan meminta mobil yang diparkir di depan rumahnya dipindahkan. Mendengar suara tersebut, Nasir langsung bangun. Dia membuka pintu rumahnya di sebelah jalan.

Melihat kobaran api membubung membakar bagian ruang belajar, ia pun bergegas membangun anak-anaknya. Setelah itu, baru keluar meraung meminta tolong. Tak lama kemudian, warga berhamburan ke luar membantu memadamkan api dengan kobaran api yang terus meluas ke bangunan lain.

Namun, upaya penyiraman yang dilakukan warga dengan mesin pompa dan menyiram air got secara manual, tidak membuahkan hasil. Selain arus listrik ke kawasan itu tiba-tiba padam, tiang dan kosen bangunan semipemanen beratap seng yang sudah kering itu mudah dilumat api.

Saat armada kebakaran milik Pemkab Abdya tiba ke lokasi sekira pukul 02.30 WIB, seluruh ruang belajar dan ruang guru telah ludes.

Kepala SDN Ladang Tuha Satu, Thamrin, baru mengetahui peristiwa itu sekira pukul 02.00 WIB. Thamrin juga belum mengetahui secara pasti penyebab kejadian itu. Ia menduga, kobaran api yang menghanguskan bangunan itu akibat korsleting listrik di ruang gugus di belakang ruang belajar.

Selain menghanguskan enam ruang belajar dan dua ruang gugus, kebakaran itu juga menghanguskan semua mobiler, buku-buku, serta perlengkapan belajar-mengajar. Peristiwa ini mengakibatkan 61 siswa kehilangan ruangan belajar.

“Rapor siswa dan dokumen sekolah selamat karena disimpan di rumah dinas yang selama ini dijadikan kantor dewan guru,” katanya. Dia menambahkan, untuk menunggu dibangunnya kembali gedung terbakar itu, proses belajar-mengajar untuk sementara waktu diungsikan ke MIN Suak Bereumbang.(az)

Editor : bakri