Prohaba.co
Pedagang Mie Caluk Meupep-pep
Jumat, 12 Juli 2013 12:07 WIB
* Berjualan Sebelum Pukul 16.00 WIB

LANGSA - Kesal ditegur oleh tim antimaksiat dari petugas Dinas Syariat Islam (DSI) Langsa dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH), Kamis (11/7), pedagang mie caluk dan kue meupep-pep (merepet-red). Para pedagang itu mangkal di jalan pemadam, atau persisnya di sekitar antara Masjid Raya Darul Fallah dan RSUD Langsa.

Tim antimaksiat terpaksa melakukan penertiban karena para pedagang tidak mengindahkan larangan berjualan pada siang hari atau sebelum pukul 16.00 WIB, yang telah dikeluarkan oleh Muspika Kota Langsa.

Penertiban tersebut dipimpin langsung Kepala DSI Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, dan berlangsung sejak pukul 14.00 WIB. Dalam penertiban paling ramai ditemukan pedagang yang membandel dan berjualan kue maupun mie, yang berada di jalan Pemadam Langsa. Bahkan memasuki pukul 13.00 WIB sejumlah pedagang kue yang mayoritasnya kaum hawa ini, mulai menjajakan dagangan baik kue dan mienya.

Mereka terkesan tidak mengindahkan larangan Muspida, yang memperbolehkan aktivitas berjualan makanan menu berbuka sejak pukul 16.00 WIB.  Padahal di jalan itu juga telah terbentang satu spanduk dari Muspika Kota Langsa, yang berbunyi “Selama bulan ramdhan pedagang makanan dilarang berjualan sebelum pukul 16.00 WIB, yang tidak mematuhi ketentuan ini akan diambil tindakan tegas.”  

Salah seorang dari pedagang malah terlibat adu mulut, seakan menyatakan tak ada urusan WH menertibkan dirinya. Sementara pedagang lain memilih untuk patuh.

Kepala DSI Langsa mengatakan, untuk pertama ini penertiban dilakukan dengan cara persuasif dan mereka diperingatkan terlebih dahulu, agar tak berjualan sebelum tibanya pukul 16.00 WIB. Ke depan apabila masih ditemukan pedagang ini tetaop membandel berjualan pada pukul yang tidak diperbolehkan, maka akan diambil tindakan tegas baik penyitaan fasilitas maupun barang dagangannya.(c42)

Editor : bakri