Prohaba.co
Tumiar Bantai Ibu dan Adik Saat Tidur
Sabtu, 28 September 2013 11:09 WIB

* Warisan Terlalu Sedikit


MEDAN - Lakon pembunuh berdarah dingin dilakukan Tumiar boru Siahaan (62) dengan sangat sempurna. Seolah sudah tak punya rasa iba, wanita renta ini tega membunuh ibu dan adik kandungnya ketika masih tidur.

Eksekusi itu dilakukan Tumiar secara sadis di dalam rumah ibunya, Dortia boru Sianipar yang sudah berusia 90 tahun di Desa Batu 13, Dolokmasihul, Serdangbedagai, Senin (23/9) dini hari lalu. Selain memukuli Dortia dengan kayu balok secara berulang kali, serangan serupa juga diarahkannya kepada adik kandungnya, Parulian boru Siahaan (50), yang ketika itu tidur satu ranjang.

Sejauh itu pelaku berhasil menutupi kejahatannya dengan menuding ibu dan adiknya dibunuh kawanan perampok. Sebab di dalam rumah itu sudah tidak ditemukan padi maupun ubi hasil panen di kebun mereka. Pengakuan itu sempat dibenarkan polisi, hingga akhirnya sandiwara pelaku terbongkar Jumat (27/9). Penyidik memastikan pembunuhan sadis itu dilakukan Tumiar. “Pelakunya tak lain anak sulung korban, atau kakak dari korban satunya lagi. Kami mendalami kejanggalan selama ini, dan pelaku tidak dapat membantah,” kata Kapolres Serdangbedagai AKBP Anis Purnawan ketika dikonfirmasi dari Medan.

Kesimpulan awal motif pembunuhan karena kecemburuan korban kepada adiknya yang menerima warisan lebih banyak. Pelaku pun mengaku dendam kepada ibunya hingga akhirnya memukuli keduanya hingga tewas.

“Pelaku juga mengambil sejumlah barang dari rumah itu dengan taksiran nilai Rp 40 juta. Jadi unsur pencuriannya juga ada,” ujarnya.

Dalam kasus ini pelaku berusaha menutupi kejahatannya dengan berinisiatif melaporkan kematian itu kepada polisi, dan membawa jasad kedua korban ke RSU Pirngadi, Medan. Namun sandiwara itu terbongkar setelah pelaku tak mampu menjelaskan maksud kedatangannya ke rumah korban pada pukul 06.00 WIB. “Rumah mereka terpencil. Jam segitu masih gelap dan sunyi, kok dia sudah datang, mau ngapai,” ujar Anis.

Rekan pelaku berinisial GR hingga kini masih diperiksa intensif di Polres Serdangbedagai. Tak tertutup kemungkinan GR berperan dalam pembunuhan itu dan statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka. Polisi sendiri sudah menyita sebuah balok kayu yang digunakan tersangka membantai korban.(mad)

Editor : hasyim