Prohaba.co
Dua Rampok Nyaris Tewas Dihamok Massa
Kamis, 10 Oktober 2013 13:05 WIB
* Tersungkur ke Aspal Saat  Melarikan Diri

LUBUAKPAKAM - Setelah tersungkur di aspal saat hendak melarikan diri, dua penjambret dihamok (dihajar-red) massa. Akibatnya, kedua pria yang diketahui bernama Aliman alias Sabda (30), penduduk Sungai Bahilang, Kota Tebingtinggi, dan Ibnu (29), penduduk Kualatanjung, Batubara, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka serius.

Menurut informasi, sebelumnya kedua pelaku yang mengenderai sepeda motor Suzuki FU hitam BK 6284 XAF itu, menjambret kalung emas seberat tiga gram milik Nathalia (29), guru SMA di Yayasan Nusantara, Lubuk Pakam, Rabu (9/10), sekira pukul 11.30 WIB.

Ketika itu, Nathalia dan kakaknya, Novrianti (35), baru belanja keperluan rumah tangga mereka di Pasar Lubukpakam, di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Lubukpakam I-II, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang, Sumatera Utara. Mereka mengendarai sepeda motor Honda Supra X-125, BK 5693 SM.

Penjambret telah mengintai kalung di leher Nathalia saat beranjak pulang ke rumahnya di Pasar V, Jalan Kartini, Kelurahan Lubukpakam III, Kecamatan Lubukpakam. Setiba di depan rumahnya, kedua penjambret itu langsung memepet sepeda motor yang dilajukan Novrianti dari arah belakang. Kemudian langsung menjambret kalung emas yang dipakai Nathalia. Usai melakukan aksinya, kedua penjambret itu pun melarikan sepeda motornya meninggalkan Nathalia dan Novrianti yang berteriak, “Rampok... rampok...”

Saat bersamaan, personel Satnarkoba Polres Deliserdang, Bripka Hotma Girsang, melintas di lokasi kejadian mengendarai sepeda motor Yamaha RX King. Polisi yang bertetangga dengan korban itu pun langsung mengejar penjambret.

Drama pengejaran pun sempat terjadi. Naas bagi para penjambret, ketika tiba di kawasan Jalan Bhakti I, Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, sepeda motor Suzuki FU yang dikenderai penjambret oleng. Sepeda motor itu terjatuh saat menghindari penyeberang jalan.

Keduanya pun tersungkur di aspal. Sabda mengalami luka di wajah kanan dan kedua tangannya. Sedangkan Ibnu hanya mengalami luka di tangan dan memar di badannya. Meski dalam kondisi tak berdaya, tidak lantas membuat warga iba melihat kedua penjambret. Sabda dan Ibnu pun menjadi sasaran hamok massa.

Namun, aksi main hakim sendiri itu terhenti setelah polisi tiba ke lokasi kejadian. Kemudian langsung membawa kedua pelaku yang nyaris tewas itu, ke Balai Pengobatan Cahaya, di Jalan Pantai Labu, Desa Sekip. Kini, keduanya dirujuk ke RSUD Lubuk Pakam untuk mendapatkan perawatan, di bawah pantauan kepala tim buser Polsek Lubuk Pakam Aipda Sahala Sitanggang.(lau)

Editor : bakri