Prohaba.co
Ratusan Hektar Lahan Sawah Terancam tak Bisa Ditanami
Kamis, 10 Oktober 2013 15:44 WIB
Berita Terkait
GALANG - Ratusan hektar lahan persawahan di tiga  desa terancam tak bisa ditanami, menyusul jebolnya pintu irigasi di Dusun II, Desa Tanjungpurba, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara, setelah hujan deras berkepanjangan melanda daerah itu dalam beberapa hari ini.

Padahal, sejak awal Oktober lalu, wilayah Galang mulai memasuki masa tanam. Namun, karena kondisi lahan persawahan tak dapat dialiri air dari irigasi, di antaranya Desa Kelapa Satu (berada dikecamatan Galang), Desa Tanjungpurba, dan Sialang (keduanya Kecamatan Bangun purba).

Menurut seorang petani di Desa Kelapa Satu, Kecamatan Galang, Sukandi (58), Rabu (9/10), kondisi irigasi tersebut masih belum diperbaiki Pemkab Deliserdang melalui Dinas Pekerjaan Umum Pengairan dan Irigasi selaku dinas terkait.

Kendati pada 2011 lalu sistem pengairan sawah itu pernah diperbaiki, bahkan ditambah bangunan baru yang menelan biaya sekitar Rp 1 miliar, namun pekerjaan yang dinilai asal jadi itu, mengakibatkan irigasi hanya bisa bertahan untuk satu1 musim tanam saja. Selanjutnya, petani tak lagi bisa memanfaatkannya.

Selain itu, dalam pembangunan Irigasi tersebut, mestinya dibangun lantai permanen sekitar enam  meter yang menjorok dari pintu air untuk fungsi menahan pasir. Namun faktanya tak dibangun, sehingga pasir dari hulu sungai menumpuk di depan pintu air.

Hal senada diungkapkan  Karmel (56) warga Desa Kelapa Satu yang menyebutkan, pintu air irigasi tersebut dikerjakan tak sesui kebutuhan. Fisik bangunan yang lama hanya ditempel tanpa memperbaiki kerusakan sebenarnya, sehingga tak berfungsi.

Semestinya, fisik bangunan lama dibongkar dan diperbaiki dari pondasinya.

Pasalnya, air dari hulu mengalir melalui dasar pintu air yang jebol karena gerusan air sungai sehingga air tidak tertahan. Dampaknya, air tidak bisa dialirkan karena pintu air tidak bisa menahan air untuk dialirkan dan menyebabkan banjir setiap debit air meninggi, terutama saat hujan deras turun maupun banjir kiriman dari hulu sungai.

Para petani ini berharap, Pemkab Deliserdang segera memperbaiki pintu air tersebut dengan kualitas lebih baik sehingga petani tertolong, mengingat 70 persen masyarakatnya mengandalkan sumber pendapatan dari sektor pertanian. (lau)

Editor : bakri