Prohaba.co
Dua Kelompok Pedagang Ribut di Pasar Aksara
Kamis, 21 November 2013 10:31 WIB
MEDAN - Dua kelompok pedagang terlibat kericuhan hingga nyaris adu jotos di Pasar Akasara, Medan Tembung, Rabu (20/11). Belakangan mereka menuntut Kepala PD Pasar Medan mundur karena dianggap tidak mampu bekerja profesional.

Kericuhan itu berawal dari unjuk rasa sekira 200 pedagang yang menghuni gedung Pasar Aksara. Mereka menuntut PD Pasar Medan menertibkan pedagang liar di areal parkir pasar tradisional yang berdampingan dengan Ramayana itu.

“Kami maunya lahan parkir itu dikembalikan fungsinya. Masa dibiarkan jadi pasar tandingan,” kata seorang pedagang, Santi.

Keberadaan para pedagang tandingan yang menjajakan pakaian, barang pecah-belah hingga sayur dan ikan itu mengusik omset mereka. Parahnya lagi kata dia, penyerobotan lahan itu membuat kondisi parkir kendaraan semerawut.

Ketika orasi berlangsung, para pedagang di areal parkir mendadak mendatangi para pengunjuk rasa. Mereka mengecam orasi yang dinilai terlalu menyudutkan sehingga terjadi perdebatan sengit. Pertikaian itu semakin memanas ketika kedua belah pihak bersikeras berhak menjajakan dagangan karena membayar iuran resmi.

“Jangan kalian bilang kami liar. Bayar juga kami di sini. Sama-sama berhak kita,” teriak pedagang yang menghuni areal parkir. Seratusan polisi yang disiagakan sejak pagi kemudian melerai kedua kubu bertikai. Belakangan para pengunjuk rasa menuntut Plt Wali Kota Medan turun tangan menyelesaikan permasalahan itu. Mereka juga mendesak pencopotan Kepala PD Pasar Medan karena dianggap tak becus mengelola pasar tradisional.(mad)

Editor : bakri