Prohaba.co
LMP Ancam Sweeping Warga Malaysia
Sabtu, 22 Februari 2014 12:55 WIB
MEDAN - Laskar Merah Putih (LMP) mengancam menyeweeping warga Malaysia di Medan, bila pemerintah Malaysia tidak meminta maaf sekaligus mengusut kematian Anita Purnama Hutahuruk, TKI yang dibuang ke laut. Pemerintah Indonesia juga didesak menghentikan pengiriman tenaga kerja non formal.

Ancaman itu dilontarkan LMP ketika berorasi di depan Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, Jalan Diponegoro, Medan Petisah, Jumat (21/2) siang. Mereka menilai seharusnya pemerintah Malaysia tidak diam ketika mengetahui ada jasad TKI yang dibuang ke laut. Apapun alasannya, massa yang membawa bendera merah putih menilai tindakan pelaku tidak bisa dimaafkan.

“Itu keji. Pemerintah Malaysia harus bertindak untuk menangkap pelakunya,” kata koordinator aksi, Hatta.

Ia memaklumi dibutuhkan waktu dan proses untuk mengungkap sekaligus menangkap pelaku. Tapi sepantasnya pemerintah Malaysia tidak menunda untuk menyampaikan maaf kepada rakyat Indonesia.

Sikap diam itu diartikan massa pengunjukrasa sebagai sikap tidak bertanggung-jawab. Mereka pun menyampaikan ancaman akan menyeweeping warga Malaysia di Medan, bila dalam waktu dekat tidak ada respon dari Malaysia. “Akan kita sweeping. Banyak warga Malaysia di sini,” tandasnya.

Ketua Harian LMP Sumut, OK A Fadli menambahkan seharusnya pemerintah Indonesia menghentikan pengiriman tenaga kerja non formal ke luar negeri. Sebab tidak sedikit warga negara Indonesia meninggal, baik dihukum mati maupun menjadi korban kejahatan pribadi.

Jasad Anita Purnama Hutahuruk ditemukan nelayan di dalam peti yang hanyut di laut kawasan Bagansiapi-api, Riau. Dari dalam peti itu ditemukan sejumlah dokumen yang menyatakan korban berasal dari Binjai dan bekerja di Malaysia. Hingga kini belum diketahui penyebab kematian maupun pelaku pembuangan mayat itu.(mad)

Editor : hasyim