Prohaba.co
Jelang Ramadhan, Warga ‘Serbu’ Pasar Tradisional
Kamis, 19 Juni 2014 12:31 WIB
MEDAN - Sejumlah pasar tradisional di Medan dan Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (18/6), sudah mulai ramai didatangi para konsumen/pembeli untuk mempersiapkan segala kebutuhan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1435 Hijriah. Fenomena ini terjadi setelah Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah mengumumkan awal Ramadhan jatuh pada 28 Juni mendatang.

Masyarakat di Medan paling banyak mencari bahan kebutuhan dapur (pokok) terutama daging untuk ‘punggahan’ alias ‘meugang’. Alhasil, pasar tradisional pun mulai ramai dikunjungi, dibandingkan pertokoan modern seperti swalayan maupun mall. Tampaknya warga sengaja menghindari harga daging melonjak saat ‘meugang’ nanti, sehingga mulai membelinya sejak sekarang pada kisaran harga Rp 92 ribu per kilogram. “Saya beli dulu karena bisa disimpan di lemari pendingin, untuk menghindari harga naik,” aku Maya (26), penduduk Jalan Bajak IV, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas yang berbelanja di Pasar Simpanglimun, Medan, Rabu (18/6).

Kunjungan konsumen ke beberapa pasar tradisional yang ada di Medan dan Deliserdang, memang jauh lebih banyak ketimbang dihari normal. Kawasan Pusat Pasar Medan (Sentral Pasat) misalnya, pantauan kemarin, sangat ramai didatangi pengunjung. Seorang pedagang di kawasan tersebut, Zulkifli mengaku, menjelang Ramadhan ini tingkat kunjungan ke pasar terbesar di Medan meningkat dua hingga tiga kali lipat dari biasanya.

“Bukan hanya warga dari dalam kota yang datang, dari luar kota seperti dari Aceh juga banyak berbelanja menjelang Ramadhan, terutama para pedagang grosir dan eceran. Mereka umumnya membeli dalam jumlah besar, dijual kembali di berbagai pasar tradisional di Aceh,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga terlihat di berbagai toko di sepanjang Jalan Sutomo Medan. Di kawasan ini berbagai jenis sepatu dan sandal dalam dan luar negeri.  Permintaan konsumen terus naik, dan akan terus meningkat saat mendekati Ramadhan, apalagi para pedagang grosir besar di kaeasan ini telah menyiapkan stok barang sejak dua bulan lalu. “Kebanyakan warga membelinya untuk partai besar. Baik untuk dipakai sendiri atau pun untuk santunan kepada anak-anak yatim, maupun untuk dijual kembali,” ungkap A Hai, pedagang grosir sepatu dan sendal.(lau)

Editor : bakri