Prohaba.co
Ombak Besar, Nelayan Berhenti Melaut
Kamis, 19 Juni 2014 12:31 WIB
MEDAN - Nelayan di Desa Baganpercut, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang menghentikan aktivitasnya setelah gelombang laut mencapai ketinggian hingga lima meter, Rabu (18/6). Kondisi yang sudah berlangsung seminggu ini mulai berpengaruh pada kelangsungan hidup para nelayan.

Soalnya, cuaca ekstrim itu memaksa para nelayan hanya memarkirkan perahu-perahunya di tepi laut. 

Padahal biasanya perahu tradisional itu selalu berada di tengah laut untuk berburu ikan. Beberapa nelayan juga terlihat memantau perkembangan kondisi ketinggian air. “Gelombangnya masih lima meter. Kalau begini belum bisa melaut,” kata seorang nelayan, Sukirman.

Kondisi laut seperti itu, kata Sukirman, sangat berbahaya bagi keselamatan nelayan. Kecepatan air, kata dia, sangat memungkinkan memecahkan badan kapal. “Kapal bisa pecah. Ujung-ujungnya tenggelam,” imbuhnya.

Para nelayan sangat berharap cuaca membaik karena mereka sudah seminggu tidak melaut. Masalahnya, beberapa di antara mereka sudah mulai terjebak rentenir demi mendapatkan uang untuk makan. “Kalau begini terus, utang semakin banyak. Tapi memang beginilah siklus nelayan,” kata Amir, nelayan lainnya.(mad)

Editor : bakri