Prohaba.co
Selama Puasa, Pedagang Sepatu Minta Diizinkan Berjualan
Jumat, 27 Juni 2014 16:09 WIB
MEDAN - Puluhan pedagang sepatu menuntut Camat Medan Kota mengizinkan mereka berjualan selama bulan puasa. Sebelumnya, mereka digusur karena membuka lapak liar di seputaran Stadion Teladan, Medan.

Tuntutan itu dilakukan puluhan orang yang tergabung dalam Forum Pedagang Sepatu (FPS) dengan berunjuk rasa di Kantor Camat Medan Kota, Jalan Stadion, Medan Kota, Kamis (26/6). Massa membawa spanduk berukuran besar yang bertuliskan kecaman terhadap pemerintah yang melarang mereka mencari nafkah.

“Kalian pikirkan maunya dampak penggusuran ini. Anak-anak kami terancam makan sama sekolahnya,” kata koordinator aksi, Mira Handayani.

Mereka menuding tidak ada hak Kecamatan menggusur karena setiap harinya ada iuran Rp 10 ribu. Secara gamblang mereka juga membeberkan ada sejumlah oknum yang meminta jatah pakaian maupun sepatu yang dijual pedagang.

“Kami ada 25 pedagang dalam forum ini. Semuanya wajib membayar Rp 10 ribu setiap hari. Jadi jangan gusur kami,” tandasnya.

Pedagang pun berharap ada kemurahan hati pejabat untuk mengizinkan mereka sekadar berjualan selama puasa. “Kasih kami kesempatan berlebaran juga. Cuma ini harapan kami mencari duit halal,” timpal Irna, pengunjuk rasa lainnya.

Terpisah, Camat Medan Kota, Parlindungan Nasution membantah keras dirinya menerima setoran Rp 10 ribu dari 25 pedagang setiap harinya. Meski begitu ia membenarkan ada kutipan itu, tapi seluruhnya disetorkan ke kas Pemko Medan.

“Mustahil itu. Dulu pas mau digusur, masing-masing pedagang tawarkan saya Rp 5 juta. Saya tolak. Masa yang Rp 10 ribu saya terima,” ujarnya.

Pihak Kecamatan kemudian mengajak perwakilan pedagang berembuk secara tertutup dengan melibatkan Satpol PP, polisi hingga TNI. Ada usulan pedagang dibolehkan berjualan, namun bila ada even besar di Stadion Teladan, mereka harus tutup. (mad)

Editor : bakri