Prohaba.co
Nagih Utang, Tangan Sukardi Nyaris Putus
Sabtu, 9 Agustus 2014 16:38 WIB
BINJAI - Setelah sebulan lebih menjalani perawatan medis, Sukardi Tarigan (37) korban kasus pembacokan, Jumat (8/8) sore resmi mendatangi Mapolsek Stabat untuk memberikan keterangan terkait proses pemeriksaan.

Meskipun dalam kondisi tangan kanan yang nyaris putus didampingi isteri dan keluarganya yang tinggal di Dusun Batu VIII, Desa Sei Bingei, Kec.Wampu, Langkat itu akhirnya bersedia memenuhi panggilan petugas penyidik kepolisian guna memberikan keterangan.

Pihak kepolisian sendiri sudah menetapkan M.Yusuf Daulay (28) sepupu korban sebagai tersangka dan kini sudah menjalani proses penahanan di Mapolsek Stabat.

Hasil pemeriksaan untuk mengambil keterangan korban dianggap penting guna melengkapi berkas yang akan segera dilimpahkan pihak penyidik kepolisian kepada pihak Kejaksaan Negeri Stabat yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya, korban mengaku memang belum pernah sekalipun memenuhi panggilan petugas penyidik untuk diambil keterangannya dengan alasan masih sakit dan harus menjalani perawatan serius secara medis.

“Tangan kanan saya ini hampir putus bang makanya terpaksa dipasang pen untuk menyambung tulang supaya bisa normal kembali, itupun belum sembuh betul, masih terasa berdenyut dan tidak dapat digerakkan kali, kalau jari jempol tangan kiri saya sudah putus dan tidak dapat disambung lagi gara-gara dibacok sama dia, kalau saja tidak sempat saya tangkis pakai tangan saya mungkin saja udah mati saya bang,” kata Sukardi.

Dijelaskannya, kejadian itu bermula Sabtu (28/6) sekitar pukul 18.00 WIB saat dirinya bertemu dengan pelaku persis di teras depan rumah kediaman orang tua korban di Dusun Batu VIII, Desa Sei Bingei, Kec.Wampu, Langkat.

Saat itu, pelaku tiba-tiba marah minta utang yang pernah dipinjamkannya kepada korban sebesar 4 juta segera dilunasi. Namun, karena merasa pelaku masih punya utang uang pinjaman sebesar Rp 2 Juta dengan adik kandungnya bernama Butet (31), korban pun meminta agar hutangnya hanya dibayar setengah karena sisianya dianggap impas, yaitu dibayar 2 juta. Namun, pelaku tidak terima dan mendadak pulang ke rumahnya mengambil parang lalu menyerang korban secara membabi buta.

“Parang itu langsung dihantamnya ke arahku untung saja aku tangkis pakai tanganku, udah gitu aku langsung lari dalam keadaan tangan terluka, “ ujar Sukardi.

Tak puas sampai disitu, pelaku yang sudah gelap mata juga mengejar Butet adik korban pakai pisau yang berbetuk seperti keris. Melihat itu Butet juga ikut lari pontang panting menyelamatkan diri. Nasib baik, isteri dan ibu pelaku langsung memegangi dan menghentikan aksi gilanya tersebut.

“Cemana aku gak emosi bang, masak utangnya mau dibayar cuma dua juta, untung aja pas itu sempat dipisah sama ibu dan isteri saya, kalau gak udah habis dia kubuat,” kata M.Yusuf Daulay, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kanit Polsek Stabat, Iptu Rusli Sembiring saat dikonfirmasi menjelaskan kalau kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian dengan bukti laporan pengaduan LP/162/VI/2014/SU/LKT/Sek-Stabat tertanggal 28 Juni 2014. “ Iya, pelakunya sudah ditangkap,” singkat Rusli.(ari/tribun-medan.com)

Kunjungi juga : <br><a href="http://www.serambinewstv.com">www.serambinewstv.com</a> | <a href="http://www.menatapaceh.com">www.menatapaceh.com</a> | <br><a href="http://www.serambifm.com">www.serambifm.com</a> | <a href="http://www.serambinews.com">www.serambinews.com</a> | 

Editor : bakri