Prohaba.co
Ketua Tuha Peut Hambo Teungku Gampong
Sabtu, 19 Desember 2015 16:19 WIB
* Gara-gara Bak Air Kosong

LHOKSUKON – Jika ini yang jadi konsideran, benar benar keterlaluan! Hanya karena bak wudhu tak terisi air, Abdul Muthaleb (45) yang juga ketua tuha peut Gampong Buket Alue Ie Puteh Kecamatan Tanah Jambo Aye, tega menghajar teungku imum gampong yang terhitung lansia alias gaek, Tgk  Ahmad Luwi (67), Selasa (15/12) jelang magrib.

Teungku tua itu sempat dirawat selama satu malam di Puskesmas Tanah Jambo Aye, dan di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia dua malam. Insiden memilukan itu disebutkan terjadi saat teungku gampong itu hendak wudhu di meunasah desa Buket Alue Ie Puteh. Disebut-sebut, Abdul Thaleb marah kepada imam desa tak mengisi air ke dalam tempat wudhu. Sedangkan menurut Ahmad tempat wudhu tersebut baru dipasang keramik, sehingga tak bisa diisi air. 

“Sekitar pukul 18.00 WIB, sore itu saya sedang berada di meunasah untuk persiapan shalat berjamaah magrib dan ibadah lainnya. Lalu datang dia (Abdul Muthaleb), memaki-maki saya karena dalam tempat wudhuk belum ada air. Tapi saya tak meresponnya,” kata Ahmad, Jumat (18/12). Tempat wuduk tersebut kata Ahmad baru selesai dipasang keramik, sehingga belum bisa diisi air. Namun, tiba-tiba, ia langsung menarik dan memukul dirinya sampai terjatuh. Usai kejadian itu dirinya harus mendapat perawatan di Puskesmas Tanah Jambo Aye selama satu malam. Lalu dirujuk ke RSU Cut Meutia Aceh Utara, untuk mendapat perawatan intensif. “Meskipun hari ini saya sudah pulang, tapi pinggang saya dan bagian bahu saya masih sakit, terlebih pada saat shalat,” katanya.

Disebutkan, dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanah Jambo Aye, setelah dirinya divisum. Namun, sampai sekarang polisi belum menangkap pria yang memukul dirinya itu. “Sampai sekarang saya tidak tahu penyebab kenapa saya dipukul. Namun, sebelumnya dia pernah mengancam saya,” katanya.

Sementara itu Abdul Muthaleb menyebutkan, dirinya kesal karena imam desa tak mengisi air ke tempat wudhu, padahal dia digaji sebagai imam desa. “Saya menarik untuk meminta mengisi air ke tempat wudhu, tapi dia terjatuh, dan memukul saya di bagian muka, sehingga saya ikut memukul kembali dia,” katanya.

Setelah terjatuh kata Abdul Muthaleb, korban berusaha menarik bagian vitalnya, sehingga ia menendang imam desa itu di bagian pinggang. “Saya tahu sudah dilaporkan ke polisi. Harus persoalan ini bisa diselesaikan di tingkat desa, dan saya akan membayar biaya pengobatannya jika diselesaikan secara damai,” kata Abdul Muthaleb.  

Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye Iptu Teguh Yano Budi menyebutkan, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus itu. “Untuk korban belum kita periksa, karena mengaku masih sakit. Jadi kita harus kumpulkan bukti dan keterangan dulu dari para saksi,” katanya.(jaf)

Editor : bakri