Prohaba.co
Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Kebun Kopi
Minggu, 20 Desember 2015 16:19 WIB
* Ibunya Diciduk Tiga Jam Pasca-penemuan

REDELONG - Sesosok mayat bayi ditemukan di areal kebun kopi di Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Jumat (18/12), sekira pukul 06.00 WIB. Kondisi bayi laki-laki ini mengenaskan karena bagian lengan kanannya koyak digigit anjing. Tiga jam pascatemuan, polisi menciduk ZRD (45), ibu kandung si bayi. 

Kapolsek Timang Gajah, AKP Hamdani Syech, menduga bayi itu hasil hubungan di luar nikah. Karena itu, orang tuanya tega membuang bayi di bawah pohon kopi.

“Ketika ditemukan, kondisinya dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Bahkan, bagian tubuhnya ada yang sudah digigit anjing,” kata Hamdani kepada Prohaba,  kemarin.

Hamdani mengatakan, mayat bayi laki-laki diperkirakan berumur beberapa jam itu awalnya ditemukan oleh Windi Aramiko (12). Ketika itu, warga Kampung Fajar Harapan tersebut mendengar suara lolongan anjing di belakang rumahnya. “Saat Windi keluar rumah mengecek penyebab adanya keributan suara anjing di kebun kopi, ia melihat sosok mayat bayi di bawah pohon kopi,” jelas Hamdani.

Mengetahui itu, Windi langsung melaporkan ke Polsek Timang Gajah. Setelah mendapat laporan, sejumlah petugas dari polsek diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah bayi mungil ini.

“Lengan kanan korban sempat digigit anjing. Tapi setelah diperiksa oleh tim medis, jenazah bayi ini kami serahkan ke imam kampung. Sebelum jumat, mayatnya sudah dikebumikan warga,” ungkapnya.

Menurut Hamdani, tiga jam setelah ditemukannya jenazah bayi tersebut, polisi menciduk ZRD. “Kami menduga, ZED nekat membuang bayinya karena malu. Bayi ini diduga hasil hubungan di luar nikah sehingga pelaku tega membuang bayinya,” papar Hamdani.

Namun, lanjut Kapolsek Timang Gajah ini, ZRD belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam keadaan lemah. Bahkan, dia tak sadarkan diri setelah melahirkan sendiri di kebun kopi.

Usai mengungkap pembuang bayi itu, polisi membawa ZRD ke RSU Muyang Kute untuk mendapatkan perawatan. “Setelah dia pulih, baru bisa kami mintai keterangan. Melihat kondisi pelaku dan beberapa bukti lain, kami menduga kuat ZRD ini pelakunya,” jelasnya.

Dugaan sementara, ZRD malu lantaran dia seorang janda yang sebelumnya telah memiliki empat anak. “Tapi akan kami kembangkan lagi, apakah sebelum bayi ini ditinggalkan masih bernyawa atau sudah meninggal,” pungkasnya.

Beradasarkan keterangan sejumlah saksi mata, ketika polisi mengungkap pembuang bayi itu, sejumlah warga Kampung Fajar Harapan sempat emosi dan mencari pelaku. Beruntung, polisi mengamankan ZRD sehingga terhindar dari amuk warga yang kesal melihat aksi nekat membuang bayinya.(my) 

Editor : bakri