Prohaba.co
Empat Hari Menghilang, Bocah Lima Tahun Belum Ditemukan
Minggu, 17 April 2016 16:11 WIB
* Diduga Hanyut di Sungai 

TAKENGON - Seorang bocah perempuan Dea Mauliza (5) warga Kampung Berawang Dewal, Kecamatan Jagong Jeged, Kabupaten Aceh Tengah yang dilaporkan hanyut di Sungai Berawang Kunyit, Rabu (13/4) lalu, sekira pukul 14.00 WIB, sampai Sabtu (16/4) kemarin belum juga ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan, namun belum menemui titik terang. 

Berdasarkan penuturan Camat Jagong Jeged, Fauzan yang dihubungi, Sabtu (16/4) mengatakan, proses pencarian bocah tersebut, melibatkan sejumlah pihak diantaranya, BPBD, Basarnas, Tagana, Polisi serta sejumlah warga di daerah itu. “Selama empat hari berturut-turut proses pencarian dilakukan dengan cara menelusuri aliran sungai, namun belum membuahkan hasil,” kata Fauzan.

Bahkan, lanjut Fauzan, sampai dengan saat ini tim masih berada di lokasi untuk mencari keberadaan Dea Mauliza. Namun karena kondisi sungai yang sulit dilintasi serta aliran air yang keruh sehingga menghambat proses pencarian. “Meski begitu, kami tetap berupaya untuk mencari keberadaan korban,” lanjutnya. 

Diceritakan, kronologis kejadian hilangnya Dea Mauliza, putri dari pasangan Syehruddin dan Sekar Sari, warga Kampung Berawang Dewal, Rabu (13/4) lalu, sekira pukul 14.00 WIB, berawal ketika korban bersama abang dan teman-temannya bermain di pinggir sungai. “Pada saat itu, Dea bersama temannya bernama Naya, ditinggal di pinggiran sungai. Sedangkan yang lain pergi mandi yang jaraknya agak jauh,” cerita Fauzan. 

Karena ditinggal tambah Fauzan, korban menangis minta untuk diantar pulang, sehingga temannya Naya, memanggil teman-temannya yang lain dan meninggalkan korban seorang diri. Namun pada saat teman-temanya mendatangi lokasi tempat korban berdiri, tidak lagi menjumpai korban. “Hilangnya korban belum bisa dipastikan penyebabnya. Kuat dugaan, hanyut di aliran sungai,”  tambahnya.

Menurut Camat ini, berbagai upaya sudah dilakukan agar korban bisa segera ditemukan, selain terus dilakukan pencarian, pihak keluarga juga menempuh alternatif seperti menggunakan jasa paranormal. “Selama empat hari ini, semua upaya sudah kita lakukan semaksimal mungkin. Bahkan sampai sore ini, kami masih berada di lokasi untuk proses pencarian. Pencarian agak sedikit terkendala karena hujan,” sebut Fauzan. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Jauhari menyebutkan, paska dilaporkannya ada orang hilang terbawa arus sungai Berawang Kunyit, di Kampung Berawang Dewal, Kecamatan Jagong Jeged, pihaknya langsung menerjunkan sejumlah petugas SAR. “Petugas kami telah menyisir aliran sungai sepanjang lima kilometer, tapi belum juga menemukan korban,” ungkap Jauhari.(my)  

Editor : bakri