Prohaba.co
Pasangan Terpidana Zina Dicambuk 100 Kali
Jumat, 27 Mei 2016 16:10 WIB
* Tervonis Wanita Ambruk Usai Dicambuk

TAKENGON - Dua warga Kabupaten Aceh Tengah yang divonis dalam kasus mesum, menjalani hukuman cambuk sebanyak 100 kali, setelah terbukti melakukan zina. Uqubat cambuk yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Takengon itu, digelar di halaman Gedung Olah Seni (GOS) Kota Takengon, Kamis (26/5), sekira pukul 14.15 WIB, disaksikan ratusan masyarakat yang memadati area eksekusi. 

Kedua terpidana yang menjalani hukuman cambuk tersebut, merupakan pasangan zina yang tertangkap beberapa waktu lalu. Terpidana tersebut, diantaranya Dasril bin Abdullah (35) warga Kampung Burlah, Kecamatan ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Sedangkan, pasanganya juga mendapat hukuman yang sama sebanyak 100 kali cambuk yaitu Maya Sari Binti Maddin (22) warga Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten. 

Uqubat cambuk bagi pasangan zina tersebut, dilakukan secara bergantian oleh sejumlah algojo. Setiap 20 kali cambukan, dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis yang telah disiapkan oleh panitia. Prosesi uqubat cambuk tersebut berjalan lancar, hanya saja terpidana wanita Maya Sari jatuh pingsan usai menerima cambukan yang ke-100. 

Kasi Intel Kejari Takengon, Lili Suparli yang ditemui di sela-sela uqubat cambuk mengatakan, hukuman yang diterima oleh para pelanggar syariat tersebut, akan memberikan efek jera bagi para pelaku khalwat, zina, khamar, serta maisir. “Apalagi, sekarang sanksi yang dijatuhkan yaitu qanun jinayat, sehingga hukumannya lebih sampai 100 kali cambukan,” kata Lili Suparli. 

Dalam uqubat cambuk tersebut, selain disaksikan ratusan masyarakat, juga beberapa anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Wakil Bupati  Aceh Tengah, Drs H Khairul Asmar, Kapolres, AKBP Dodi Rahmawan, Kajari Takengon, A Jazuli SH, serta perwakilan dari Kodim 0106/Aceh Tengah-Bener Meriah. 

Ketika eksekusi berlangsung, suasana di lokasi dipadati oleh warga yang ingin menyaksikan hukuman cambuk. Bahkan, ketika  terpidana di bawa ke atas panggung, teriakan warga yang bernada mengejek mulai bersahut-sahutan di lokasi uqubat berlangsung. “Jangan hanya mau merasakan enaknya saja. Tapi rasakan akibatnya,” teriak warga dibarengi dengan tawa para pengunjung yang menyaksikan eksekusi tersebut. 

Eksekusi cambuk bagi para pelanggar Syariat Islam di Kabupaten Aceh Tengah, sejak dua tahun terakhir, telah beberapa kali digelar. Bahkan uqubat cambuk kali ini, merupakan eksekusi yang kedua menggunakan qanun jinayat, sehingga hukumannya mencapai 100 kali cambukan. Sebelumnya, hukuman cambuk sebanyak 100 kali, juga telah diterapkan kepada satu pasangan zina.(my)     

Editor : bakri