Prohaba.co
Aparat Gampong Hentikan Permainan Judi Kacang di Arena Pasar Malam
Kamis, 15 September 2016 13:03 WIB
* Panitia: Itu tanpa Sepengetahuan Kami

SUKA MAKMUE - Aparat Gampong Keudee Seumot, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (13/9) malam, menghentikan secara paksa permainan judi kacang di arena pasar malam yang telah berlangsung sejak awal September 2016 di wilayah ini. “Penghentian judi kacang ini dilakukan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengaku resah dengan aksi perjudian tersebut, sehingga terpaksa dihentikan guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” kata Keuchik Gampong Keudee Seumot, Kecamatan Beutong, Rabu (14/9) siang.

Dikatakannya, penghentian arena judi dengan omset yang ditaksir mencapai puluhan juta per malam ini dilakukan, karena hal itu bertentangan dengan penerapan syariat Islam di Aceh. Serta juga melanggar aturan hukum dan norma agama.

Apalagi, kata Banta Sulaiman, pendirian arena judi kacang di lokasi pasar malam tersebut bertentangan dengan rekomendasi perizinan yang telah dikeluarkan aparatur gampong setempat. Untuk itu harus ditindaklanjuti untuk menyahuti laporan dari masyarakat.

Ia juga menegaskan, setelah mengeluarkan surat tersebut dirinya juga mendapakan intimidasi dari oknum tertentu yang diduga memback up kegiatan judi di arena pasar malam.

Namun ia menegaskan pihaknya tetap tidak akan mencabut surat penghentian permainan judi kacang di arena pasar malam, karena hal itu merupakan keputusan aparatur gampong yang menginginkan situasi di desa aman dan kondusif. “Yang kita hentikan cuma aktivitas judi kacang, sedangkan aktivitas hiburan di pasar malam yang lain silahkan berjalan sebagaimana biasanya sesuai dengan izin dan aturan yang berlaku,” tegas Banta Sulaiman.  

Secara terpisah, Rahmat selaku panitia penyelenggara yang dikonfirmasi,Rabu siang, membenarkan bahwa pihaknya telah mendapatkan surat penghentian kegiatan judi kacang di arena pasar malam yang berlangsung di kawasan Gampong Keudee Seumot, Kecamatan Beutong. “Atraksi judi kacang yang dibuat tersebut di luar sepengetahuan kami selaku panitia,” kata Rahmat.

Ia mengakui persoalan tersebut kini telah ditangani oleh Muspika Beutong dan masalah dimaksud telah dilimpahkan ke aparat desa setempat untuk dilakukan penyelesaian. Ia juga meminta maaf atas kelalaian ini dan berjanji melaksanakan kegiatan pasar malam sesuai dengan aturan yang berlaku.(edi)

Editor : bakri