Prohaba.co
Rapat Damai Berujung Duel, Satu Orang Mawot
Kamis, 1 Desember 2016 15:54 WIB
REDELONG - Rapat perdamaian dua pihak yang bertikai di Balee Gampong atau Kantor Kampung Gele Semayang Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah, Selasa (29/11) petang, berubah menjadi arena perkelahian bebas. Satu orang yang bernama Amrun (45), warga Kampung Gele, mawot setelah perutnya diterjang pisau cutter.

Sumber sumber di seputar lokasi kejadian menyebutkan, tragedi berujung kematian itu bermuasal pada sengketa dua hari sebelumnya. Kala itu terjadi adu mulut antara pelaku Hely Toba (27) dengan Amrun (45), tepatnya pada hari Minggu (27/11), sekira pukul 16.30 WIB.

Ketika itu Herly Toba mengemudikan mobil penumpang minibus L300 untuk menjemput penumpang di Kampung Gele Semayang. Saat Hely melintas di kampung itu dengan kecepatan tinggi, Amrun spontan meneriaki. “Hoi, pelan-pelan bawa mobilnya,” ungkap salah seorang saksi Mukhlisin (26) warga Kampung Gele Semayang, menirukan teriakan Amrun.

Saat diteraki Amrun, Hely menghentikan mobilnya dan sempat meminta maaf namun pertemuan itu malah berujung duel ala jalanan keduanya. Warga lalu melerai dan aparat gampong meminta kedua pihak yang didampingi keluarga masing masing untuk berdamai di Balee Gampong Gele Semayang, Selasa (29/11).

Namun siapa menyangka, jika Rapat Damai justru berakhir dengan tragedi berdarah, hingga menewaskan satu orang.

Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Soemantri melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah AKP Suparwanto SH, kemarin, mengakui tragedi berdarah di Gampong Gele Semayang itu. “Perkelahian itu bermuasal dari kesalahpahaman antara kedua belah pihak dua hari sebelumnya,” ungkap AKP Suparwanto.

Dirincikan, saat rapat damai hari Selasa (29/11) di kantor kepala desa Gele Semayang, sedang berlangsung, tiba tiba muncul keponakan korban, Adha (25) dan berdiri di depan pintu kantor kepala desa sembari mengacungkan mancis berbentuk pistol. “Saudara Adha disebutkan juga sempat mengancam akan menembak tersangka dan keluarganya satu persatu yang hadir di rapat damai itu,” jelas AKP Suparwanto. 

Karena diacungkan dengan pistol, Herly dan keluarganya menganggap itu pistol benaran, sehingga membuat mereka ketakutan. Dan situasi makin tak terkendali ketika Herly bangun dan langsung terjadi duel terbuka, ketika korban Amrun memukul Herli.

Bahkan menurut pihak kepolisian, Amrun juga ikut menghajar orang tua Herly, hingga pria itu emosi berat. Herly mengeluarkan sebuah pisau cutter (pemotong) lalu menikam korban Amrun sebanyak dua kali di perut kiri. Akibatnya, Amrun roboh bersimbah darah. 

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Bandar, namun naas dalam perjalanan ke Puskesmas, korban menghembuskan nafas terakhir.

Satelah kejadian tersangka langsung diamankan oleh aparat dari Polsek Bandar yang datang tidak lama setelah kejadian tersebut, serta membawa tersangka ke Mapolres Bener Meriah dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa sebuah pisau cutter dan sudah memeriksa lima saksi terkait insiden berdarah tersebut.(c51)

Editor : bakri