Prohaba.co
Dibogem, Keuchik Meusumpom ke Sawah
Kamis, 16 Maret 2017 15:29 WIB
LHOKSUKON - Keuchik Barat Paya Itek, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Abdurrahman, dibogem seorang pemuda di lokasi pembangunan jalan usaha tani kawasan desa setempat, Senin (13/3) siang lalu. Pukulan telat tersebut menyebabkan sang keuchik meusumpom (terjatuh-red) ke sawah.

Usai kejadian itu, Abdurrahman langsung melaporkan Basyari (26) ke Kepolisian Sektor (Polsek) Meurah Mulia. Kemudian, dia mendatangi Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia, Aceh Utara, untuk divisum.

Abdurahman mengaku dipukul di hadapan warganya saat berbicara dengan Basyari, terkait pembangunan proyek desa berupa jalan usaha tani ke areal sawah. Panjang jalan usaha tani itu mencapai 496 meter dengan lebar tiga meter yang dibanguan ke areal sawah. Namun, orang tua Basyari tak mengizinkan 1,5 meter areal sawahnya digunakan untuk pembangunan jalan desa tersebut.

Sementara warga lain, kata Abdurrahkan, sudah mengizinkan pembangunan jalan desa tersebut. Karena jalan itu sedang dalam proses pengerjaan, setelah tanah dikeruk untuk pembuatan pondasi, tanahnya ditaruh di areal sawah milik orang tua Basyari. Selain itu, pipa pembuang air dari areal sawahnya, minta disumbat oleh warga lain.

“Hari itu saya ditelepon warga, disuruh datang ke lokasi itu karena ada perlu dengan Basyari,” katanya.

Tiba-tiba, saat dirinya menjelaskan pembangunan proyek itu, dia langsung dibogem sehingga terkena di bagian muka. “Tapi saya tak membalasnya. Kemudian saya langsung ke Polsek Meurah Mulia untuk melaporkan kejadian itu dan mendatangi RSU Cut Meutia untuk divisum,” katanya.

Sementara Basyari membantah membogem keuchik. “Bukan saya pukul, hanya saya dorong dan terjatuh ke sawah. Karena saya sudah kesal dengan keuchik. Akibat perbuatannya, orang tua saya tak bisa membuang air dari areal sawah lagi, sehingga pipa untuk pembuang air sudah disumbat pekerja, yang disuruh keuchik,” katanya.

Sebelumnya, keuchik juga menyebutkan kata-kata tidak senonoh terhadap orang tua saya. “Jadi karena sudah sering demikian kelakuan keuchik, saya tak bisa menerimanya. Hari itu saya dorong keuchik di lokasi proyek karena kesal. Siapapun akan marah kalau orang tuanya diperlalukan tidak baik,” kata Basyari.(jaf)


Editor : bakri