Prohaba.co
Wanita Tanpa Identitas Meninggal di Pasar Inpres
Selasa, 2 Mei 2017 15:49 WIB
TAKENGON - Tanpa diketahui penyebabnya, seorang wanita paruh baya tanpa identitas, tiba-tiba terjatuh dan meregang nyawa ketika sedang berjalan di Komplek Pasar Inpres, Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (1/5), sekira pukul 08.00 WIB. Wanita tersebut diperkirakan meninggal dunia sesaat terkapar di depan salah satu toko di Pasar Inpres. 

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Eko Wahyudi melalui Kasat Reskrim AKP Boby Putra Ramadan, Senin (1/5) menyebutkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, sebelum terjatuh korban sempat terlihat kejang-kejang. “Begitu terjatuh, warga mencoba membantu dengan menggantar wanita itu ke rumah sakit,” kata Boby. 

Disampaikan Boby, wanita paruh baya yang belum diketahui identitasnya itu, diantar oleh seorang tukang becak ke RSU Datu Beru, Takengon. Namun, setelah tiba di rumah sakit kondisi wanita tersebut, sudah tidak bernyawa. “Wanita ini tidak ada mengantongi identitas apapun, sehingga kita belum tahu alamat maupun keluarganya,” jelas Boby. 

Wanita yang diperkirakan berusia sekitar 35 tahunan itu, ketika ditemukan mengenakan pakaian berwarna putih dengan corak garis-garis kuning, serta kombinasi merah muda. “Sampai dengan saat ini, kita belum mengetahui penyebab meninggalnya korban. Tapi, kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit,” sebut Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah ini. 

Ditambahkan Boby, untuk menangani kasus tersebut, pihak kepolisian telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian, serta mengambil sidik jari korban. Selain itu, akan melacak identitas maupun keluarga korban. “Korban sampai dengan sore ini (kemarin-red), masih berada di ruang jenazah RSU Datu Beru Takengon, menunggu pihak keluarganya,” terang Boby.

Direktur RSU Datu Beru, Takengon, Hardi Yanis, ketika ditanyai mengatakan, jenazah wanita tanpa identitas itu, masih berada di ruang jenazah. Bahkan, belum ada dari pihak keluarga maupun kerabat yang menjemput. “Kalau dilihat dari fisiknya, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tapi, kita juga tidak tahu penyebab korban meninggal,” ujar Hardi Yanis.(my)


Editor : bakri