Prohaba.co
Maling Mobil Ambulans di Agara, Dicokok di Abdya
Kamis, 20 Juli 2017 12:30 WIB
* Ditawar Seharga Rp 10 Juta

BLANGPIDIE - Personel Polsek Babahrot, Abdya, Selasa (18/7) menjelang malam, berhasil menghentikan aksi komplotan maling yang mencuri satu unit mobil ambulans milik Puskesmas Biak Muli, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara.

Dari tiga orang anggota komplotan, dua orang berhasil berhasil kabur di bawah rentetan tembakan peringatan. Satu orang berhasil ditangkap, berikut mobil ambulans yang mereka curi.

Mobil dinas milik Puskesmas (pelat merah) yang dicuri memiliki nomor plat BL 9076 AN. Sedangkan satu orang yang berhasil dicokok polisi adalah MS (31), pekerjaan sopir, warga Desa Biak Muli, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. 

Penyergapan dilakukan di sebuah kedai/warung lokasi puncak Gunung  Singgah Mata Km 23 lintasan Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Abdya. Saat itu ambulans sedang berusaha dilarikan ke Terangun, Kabupaten Gayo Lues (Galus). Sedangkan dua tersangka yang lolos setelah melompat keluar warung dan berlari ke semak dan hutan muda di sekitar warung di kawasan sepi penduduk tersebut. 

Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan SIK MSc dalam pertemuan dengan wartawan di Mapolres setempat, Rabu (19/7) menjelaskan, satu tersangka pelaku yang berhasil ditangkap adalah MS (31).

Dari tersangka pelaku, disita satu unit mobil ambulans merek KIA milik  Puskesmas Biak Muli, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. Beberapa bagian mobil sudah sempat dipreteli oleh pelaku. Seperti, tulisan nama puskesmas pada bodi mobil sudah mulai dihapus namun masih berbekas, nomor polisi pelat merah, BL 9076 AN sudah dilepas dan disimpan di dalam mobil ambulans.

Sedangkan dua tersangka yang melarikan diri sudah diketahui indentitasnya, yaitu; T (40), warga Desa Biak Muli, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, dan U (35), warga Desa Tualang Lama, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara. “Dua tersangka yang melarikan sedang kita kejar dengan menyisir hutan lintasan Ie Mirah, Babahrot-Galus,” kata Kapolres  AKBP Andy Hermawan.

Ketika memberi penjelasan kepada wartawan, Kapolres Abdya didampingi Kasat Reskrim AKP Misyanto M, Kabag Ops AKP Awang Bayu M, Kapolsek Babahrot Iptu Syamsuir H dan Humas Polres Abdya Iptu Mardiansyah.    

Mengutip keterangan polisi bahwa  mobil ambulans merek KIA dicuri pelaku ketika diparkir di halaman Puskemas Biak Muli, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, Senin (17/7) dinihari lalu. “Ketika dicuri pintu mobil ambulans dalam kedaan tidak terkunci. Untuk menghidupkan mobil, pelaku memotong wayer kontak, kemudian disambung sampai mobil berhasil dihidupkan,” kata Kapolsek Babahrot, Iptu Syamsuir H.   

Lalu, mobil mini bus ambulans milik Puskesmas Biak Muli, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara itu dibawa lari tiga pelaku melalui jalur yang tembus ke Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumut. Kemudian memasuki Jalan Nasiona menuju ke Kota Subulussam, terus melewati Kabupaten Aceh Selatan dan masuk kawasan Kabupaten Abdya.

Memasuki Jalan Nasional kawasan Kabupaten Abdya, Selasa (18/7) siang, mobil yang dibawa lari pelaku pencuri ternyata  tidak melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nagan Raya, melainkan kendaraan dibelokkan ke kanan melewati  lintasan menuju Terangun, Kabupaten, Galus, melalui Simpang Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Abdya.

Dalam aksi pelarian, tiga pelaku yang mengendarai mobil ambulans hasil curian tersebut melintasi jalur Ie Mirah-Terangun yang sepi arus kendaraan. Dalam perjalanan, sekira pukul 14.00 WIB siang hari Selasa, pelaku singgah di sebuah kedai/warung dengan bangunan dinding papan, di lokasi puncak Gunung  Singgah Mata Km 23 lintasan Ie Mirah Babahrot-Terangun Galus. “Ketika singgah di warung di kawasan sepi tersebut, ketiga pelaku hendak menjual mobil ambulans hasil surian itu dengan menawar harga Rp 10 juta,” kata Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan SIK MSc. Tawaran harga yang sangat murah membuat masyarakat curiga dan kemudian melapor ke Polsek Babahrot.

Merespon laporan tersebut, Kapolsek Babahrot, Iptu Syamsuir H bersama sejumlah anggota segera menuju TKP sebuah warung lokasi puncak Gunung Singgah Mata. Penyergapan diawali dua orang polisi menyamar  atau berlagak sebagai peminat membeli mobil tersebut, namun pelaku curiga.

Ketika disergap, Selasa (18/7) menjelang malam,  dua diantara tiga pelaku berhasil lolos dengan meloncat dari dalam warung, kemudian lari menuju memasuki semak-semak dan hutan muda sekitar bangunan warung. Polisi sempat melepas tembakan peringatan, namun dua pelaku terus menghilang.

Satu orang pelaku berhasil diringkus di TKP, kemudian dibawa ke Mapolsek Babahrot berjarak sekitar 26 km dari lokasi bersama barang bukti satu unit mobil ambulans. Kapolres menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah melapor ke polisi ketika melihat hal yang mencurigakan.  

Kapolres  AKBP Andy Hermawan lebih lanjut menjelaskan, informasi penangkapan pelaku pencurian ambulans tersebut sudah disampaikan ke Polres Aceh Tenggara. 

Sementara Kapolres Agara, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi, Rabu (19/7) mengakui menerima laporan dari Puskesmas Biakmuli Agara tentang pencurian mobil ambulan beberapa hari lalu. Lalu, kita kembangkan dan bahwa adanya indikasi pelaku membawa kabur mobil ambulan ke arah Aceh Barat Daya (Abdya) dan  pada Selasa (18/7) pelaku diciduk di wilayah hukum Polres Abdya dan foto salah seorang pelaku ditebarkan. Menurut Kasat Reskrim, pelaku sindikat pencurian mobil tersebut diduga tujuh orang, Tetapi yang mengeksekusi mobil ambulans hanya tiga orang.(nun/as)

Editor : bakri