Prohaba.co
Tiga Orang Mawot di Jalan Raya
Sabtu, 30 Desember 2017 12:48 WIB
Kondisi-Honda-Jazz-yang-terlibat-kecelakaan.jpg
Kondisi Honda Jazz yang terlibat kecelakaan di Gampong Dilib Bukti, Sibreh, Suka Makmur, Aceh Besar, Jumat (29/12/2017).

* Santriwati Meninggal Dunia Dihantam Jazz

* Bus Cargo Kontra Kharisma, Siswa Tewas
* Tabrakan di Peusangan, Seorang Meregang Nyawa

JANTHO - Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di sepanjang lintas timur Jalan Banda Aceh-Medan, menyebabkan tiga orang mawot (meninggal dunia-red). Kemarin siang, Miska ‘Athira (19), santriwati Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah Dilib Bukti menghembuskan napas terakhir di Dilib Bukti, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, akibat ditabrak mobil Honda Jazz yang dikemudikan Ambia (24), warga Lamjruen, Kecamatan Seulimuem.

Sebelumnya, sekira pukul 03.00 WIB, sepeda motor Honda Kharisma yang dikendarai Fauzi (17) bertabrakan dengan Bus Cargo BL 7417 PB. Peristiwa yang terjadi di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Seunebok Teungoh, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, itu menyebabkan remaja tersebut tewas. Sementara pada Kamis (28/12) sore, Muslem Harun (68) warga Dusun Balee Kuneng, Desa Pante Gajah, Peusangan, yang mengendarai sepeda motor meregang nyawa akibat ditabrak mobil Mitsubishi Box di gampong sama.

Pada kecelakaan yang terjadi di Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Ambia melaju dengan kecapatan tingi dari arah Banda Aceh menuju Medan. Saat bersamaan, sekira pukul 11.30 WIB, sepeda motor Yamaha Mio Sporty BL 5537 JK yang dikendarai Miska ke luar dari lorong Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Dilib Bukti. Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Aceh tersebut bermaksud menyebrang jalan menuju ke arah Banda Aceh.

Diduga, Miska menyeberang tiba-tiba tanpa memperhatikan arus lalu lintas di sekitarnya. “Akibatnya, Honda Jazz yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menyambar sepeda motor yang dikendarai Miska,” kata Iptu Sandy Titah Nugraha, Kasat Lantas Polres Aceh Besar, kepada Prohaba, kemarin.

Akibat kejadian itu, tubuh Miska terhempas bersama sepeda motornya sekitar lima meter. Dia terlempar di antara batang pohon pisang di sekitar lokasi. Santriwati itu pun meninggal dunia di lokasi kejadian.

Meski demikian, Miska sempat dilarikan ke Rumah Sakit Satelit Indrapuri, Aceh Besar. Di sana, Miska dipastiokan sudah tidak bernyawa sebelum tiba di rumah sakit tersebut. Jenazah Miska pun dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Gampong Bayu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Sandy menjelaskan, sepeda motor Mio Sporty milik Miska rusak parah. Begitu pula Honda Jazz yang ringsek parah di depan serta kap mesin. Selain itu, kaca samping depan mobil tersebut retak. Hingga tadi malam, Mio Sporty dan Honda Jazz tersebut masih berada di Unit Laka Satlantas Polres Aceh Besar di Indrapuri.

Pada kecelakaan yang terjadi di Seunebok Teungoh, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Fauzi yang mengendarai Honda Kharisma melaju dari arah Medan dengan kecepatan tinggi. Dari arah berlawanan, melaju bus yang dikemudikan Sulaiman.

Setiba di lokasi kejadian, Fauzi mencoba mendahului bus yang berhenti di bahu jalan. Namun, dia melebar ke kanan jalan. Saat itu juga, bus cargo BL 7417 PB sudah sangat dekat. Fauzi pun tidak dapat menguasai kendaraannya, sehingga bertabrakan dengan bus cargo dimaksud.

“Pengendara Kharisma terjatuh dan terseret di badan jalan. Korban mengalami luka berat dan akhirnya meningga dunia di lokasi kejadian,” ungkap AKP Joko Utomo, Kasat Lantas Polres Aceh Timur, kemarin.

Jenazah Fauzi langsung dievakuasi ke rumah duka di Dusun Alue Bue, Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur.

Sehari sebelumnya, Kamis (28/12), sekira pukul 17.30 WIB, Muslem yang mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 BL 3067 ZA datang dari arah Medan menuju Banda Aceh. Di belakang sepeda motornya, tergantung dua keranjang di bagian kiri dan kanan.

Setiba di lokasi kejadian, Muslem tiba-tiba berbelok ke kanan. Tiba-tiba, dari arah berlawanan, melaju mobil Mitsubishi Box BL 8205 AM yang disopiri Rudi Rizki (25), warga Lamtengoh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Truk tersebut mencoba mengerem dan menghindar ke kanan. Namun, depan truk menabrak keranjang.

Akibat kejadian itu, Muslem jatuh di atas badan jalan. Dia meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara mobil box dimaksud terbalik dan menabrak tenda penjual air tebu di sebelah kiri jalan.

“Sore itu juga, kedua kendaraan ditarik ke Mapolres Bireuen untuk pengusutan lebih lanjut,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Bireuen, AKBP Riza Yulianto, kepada Prohaba, kemarin.(mir/c49/yus)


Editor : bakri

Aceh-besar Populer