Prohaba.co
Bayi Ditemukan di Jambo Teubee
Minggu, 9 Desember 2018 10:32 WIB

* Sempat Dikira Tangisan Hantu

LHOKSEUMAWE - Razali (32) menemukan bayi laki-laki yang berumur sekitar empat sampai lima hari di kursi belakang jambo teubee (warung jualan air tebu) miliknya di Jalan Line Pipa Desa Mane Kareng, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Jumat (7/12) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Awalnya Razali sempat mengira tangisan bayi tersebut adalah suara hantu, hingga dia sempat lari pontang panting.

Razali menceritakan, awalnya dia hendak masuk ke dalam warungnya untuk mengambil pisau. Namun saat hendak membuka pintu warung, terdengar suara tangisan bayi. Karena dikira suara hantu, Razali pun lari ketakutan. “Saya mendengar suara bayi yang sudah serak. Saya pikir suara hantu, sehingga langsung melarikan diri dengan sepeda motor. Saya menuju kawasan pabrik pemecah batu untuk memanggil warga lainnya,” ujar Razali.

Selanjutnya dia mengajak warga lain untuk memastikan suara tangisan bayi tersebut. Saat diperiksa, di kursi kayu terletak di belakang warungnya, ada bayi laki-laki. Bayi tersebut terbungkus kain warna kuning. Di samping bayi tersebut terletak satu kotak susu SGM dan di kotak susu tersebut tertulis BU ASMIATI, serta adanya sabun dan sampo bayi.

Setelah menemukan bayi tersebut, warga pun melaporkan ke Polsek Blang Mangat. Tidak lama kemudian pihak Polsek menjemput bayi dan membawa ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kabag Ops Kompol Ahzan, membenarkan adanya temuan bayi tersebut. Setelah mendapatkan laporan warga, pihaknya langsung menuju ke lokasi. Selanjutnya bayi malang itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia. “Untuk orang tuanya saat ini masih tahap penyidikan,” pungkasnya.

Kabid Pelayanan Rumah sakit Umum Cut Mutia, dr Mukhti, menyebutkan, kondisi bayi sehat. Beratnya seberat 3,1 Kg dan umurnya sekitar empat atau lima hari. “Secara medis bayi itu tidak perlu mendapatkan perawatan. Sehingga kita akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat untuk proses mencari orang tua asuh,” demikian dr Mukhti.(bah)


Editor : bakri