Prohaba.co
Wanita dan Bayi Kembar Tiganya Huni Rutan Bireuen
Minggu, 9 Desember 2018 10:33 WIB
* Jadi Tersangka Calo CPNS

BIREUEN - Wanita muda Magfirah binti Zakirsyah (27), warga Desa Beuringin, Peureulak Barat, Aceh Timur, bersama tiga bayi kembarnya, sejak 23 hari lalu hingga kini, terpaksa mendekam atau tidur dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Bireuen. 

Informasi yang dihimpun di Rutan Bireuen, Sabtu (8/12), Magfirah ditahan di Rutan Bireuen karena jadi tersangka kasus penipuan atau calo CPNS tahun 2015. Ia menjadi tahanan hakim di Rutan tersebut sejak 16 November 2018 lalu. Namun sejak itu, Magfirah yang baru melahirkan tiga bayi kembarnya terpaksa ikut membawa bayinya mendekam dalam penjara.

Magfirah, saat ditemui di Rutan Bireuen, kemarin mengatakan, ia melahirkan tiga bayi kembarnya di RSUD Zubir Mahmud, Idi, Aceh Timur, pada Rabu (29/8) sekira pukul 15.00 WIB. Lima hari setelah melahirkan, dirinya dijemput oleh polisi karena dituduh atau diduga tersangkut kasus penipuan atau calo CPNS yang terjadi tahun 2015 lalu. Karena tiga bayi kembarnya masih menyusui, terpaksa membawa ketiganya ke penjara.

“Sejak dijemput oleh polisi di Peureulak, saya ditahan di Penjara Mapolres Bireuen, sejak 16 November 2018 atau 23 hari lalu, saya dibawa ke Rutan Bireuen, tiga bayi kembar saya yang kini sudah berumur 3 bulan, terpaksa saya bawa ke penjara karena mereka masih harus saya susui,” kata Magfirah. 

Ditambahkan Magfirah, tiga bayi kembarnya itu terdiri dari seorang bayi laki-laki bernama Muhammad Furqan, dan dua bayi perempuan yaitu Jihan Faiha dan Jihan Farahah. Umur mereka kini sudah 3 bulan.

Bayi itu merupakan buah hati kesayangannya hasil pernikahannya dengan suaminya Jafadli (29) yang kini menetap di Peureulak Aceh Timur. Suaminya, yang belum ada pekerjaan tetap, sering menjenguk Magfirah dan anak-anaknya di penjara Bireuen. Kondisi ketiga bayi kembar tersebut sehat-sehat. “Dengan dibantu beberapa ibu-ibu napi dan pegawai Rutan, saya merawat, menjaga dan menyusui bayi-bayi saya dengan baik, Alhamdulillah aman, meskipun tidak nyaman bagi bayi-bayi saya. Saya berharap segera bisa bebas untuk merawat anak-anak bayi kami, suami saya belum ada pekerjaan tetap, tapi sering menjenguk saya dan anak-anak di sini,” pungkas Magfirah.(c38)

Editor : bakri