Prohaba.co
Tertangkap Mesum di Hotel, Enam Pasangan Dicambuk
Selasa, 5 Maret 2019 10:49 WIB
BANDA ACEH - Sebanyak enam pasangan non-muhrim yang terjaring razia Satpol PP/Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Aceh dalam sebuah hotel di kawasan Neusu Banda Aceh menjalani eksekusi hukuman cambuk di depan umum. Mereka menjalani uqubat cambuk di halaman Masjid Syuhada, Gampong Lamgugop, Banda Aceh, Senin (4/3).

Pelaksanaan eksekusi cambuk itu dihadiri ratusan warga yang ingin menonton, yang dipisah antara laki-laki dan perempuan. Eksekusi dimulai untuk terpidana laki-laki, kemudian disusul terpidana perempuan, yang dilakukan algojo secara bergantian. Ke-12 orang terpidana atau enam pasangan yang dihadapkan kepada algojo itu karena terbukti melanggar syariat islam. Mereka dinyatakan melakukan pelanggaran dengan  bermesra-mesraan (Ikhtilat) dan berdua-duan di tempat sepi (khalwat).

Kabid Penindakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP-WH Aceh, Marwan Jalil kemarin mengatakan, para pelanggar tersebut diamankan oleh Satpol PP dan WH Aceh pada salah satu hotel di Kawasan Neusu, Banda Aceh. Saat diamankan pada 12 Desember 2018 itu, pasangan mesum itu sedang berada di dalam kamar hotel. Beberapa diantaranya diamankan dalam keadaan tidak berpakaian lengkap.

Akhirnya, setelah ditahan dan menjalani persidangan hingga vonis di Mahkamah Syariah, pasangan itu dieksekusi kemarin di muka umum. Mereka menjalani uqubat yaitu, pasangan Nurlaili, Edianto, Rita Zahara, Rizki Kurniawan, Ria Zuelmi, Netty Herawati, Elina, Julfikar, Nuridawati, Surya, Tarmizi, dan Yayang Maulida.

Vonis majelis hakim terhadap terpidana pun berbeda-beda, mulai 7 kali cambukan hingga 25 kali cambuk. Perbedaan itu karena dakwaan terhadap mereka juga berbeda-beda, antara Khalwat dan Ikhtilat. “Masih ada satunya (pasangan) yang lagi yang saat ini masih proses banding, kemungkinan pihak jaksa tidak puas dengan hasil keputusan pengadilan,” jelas Marwan.

Terkait dengan pengawasan hotel, Marwan mengatakan, institusinya akan meningkatkan pengawasan dan melakukan pembinaan terhadap pihak perhotelan. Petugas Satpol PP-WH juga tetap menggelar razia rutin.  “Jika ditemukan pelanggaran kita akan panggil pihak hotel,” ujarnya.

Meskipun sebagain besar terpidana sangat lancar dalam menjalani eksekusi. Namun terdapat tiga wanita yang tampak menangis sambil menutupi wajah saat algojo melayang sabetan rotan ke punggungnya.

Usai dicambuk, tampak ada tiga perpidana wanita yang nyaris pingsan diatas panggung. Para petugas WH wanita pun terpaksa memapah mereka yang kondisinya sudah lemah itu menuju salah satu ruangan di samping masjid. (mun)

Editor : bakri