Prohaba.co
Polisi Ringkus Pembobol SMK
Minggu, 17 Maret 2019 09:57 WIB
SIGLI - Polisi meringkus MA (18), remaja asal Kecamatan Glumpang Baro, Pidie, Kamis (14/3) sekitar pukul 17.00 WIB, di bengkel sepeda motor (sepmor) miliknya, Gampong Sukon, Kecamatan Glumpang Baro. Pria itu ditangkap karena diduga sudah membobol SMKN 1 Glumpang Baro beberapa hari lalu. Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang-bukti (BB) dari tangan pelaku berupa satu kompresor, satu mesin gerinda (mesin pemotong besi) dan satu set kunci untuk bongkar pasang sepmor.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan SIK, kepada Prohaba, Sabtu (15/3), mengatakan, penangkapan MA berawal dari laporan Kepala SMKN 1 Glumpang Baro, Said Muktar SPd, bahwa sekolah tersebut disantroni maling beberapa hari lalu. Pencuri membawa kabur satu komperesor, satu mesin gerinda, dan satu set kunci sepmor yang selama ini digunakan siswa saat belajar di sekolah tersebut.

Dikatakan, tim gabungan Polsek Glumpang Baro melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi di SMKN dan warga yang tinggal di dekat sekolah tersebut. Pemeriksaan dilakukan polisi secara maraton itu akhirnya membuahkan hasil. Pasalnya, dari keterangan sejumlah saksi, pelakunya mengarah kepada MA yang selama ini bekerja sebagai mekanik sepmor. Sehingga, kemarin polisi didampingi keuchik setempat akhirnya menangkap MA di bengkelnya.

“Setelah bukti lengkap, kami langsung meringkus MA di bengkel sepmor miliknya di Gampong Sukon. Kami mengamankan satu komperesor, satu mesin gerinda, dan satu set kunci sepmor di bengkel milik pelaku. Kini, MA bersama barang bukti sudah kami amankan di Mapolsek Glumpang Baro, guna diproses hukum,” jelasnya.

Dikatakan, MA dibidik melanggar Pasal 353 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara. MA tercatat sebagai spesialis pencuri yang berhasil membawa keluar satu komperesor. “Untuk sementara MA sebagai pelaku tunggal, tapi kami masih mengembangkan kasus pencurian tersebut dengan memeriksa MA. Kita belum tahu hasil pemeriksaan MA, nanti mungkin akan ada pelaku lain,” demikian Kapolres Pidie.(naz)

Editor : bakri