Prohaba.co
Warga Lhoknga Tewas Tertimpa Pohon
Minggu, 21 Juli 2019 10:17 WIB
serambinews_tewas.jpg
MASYARAKAT membantu evakuasi korban tertimpa pohon di Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh, kawasan Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (20/7) sore.
ACEH BESAR - Hujan disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (20/7) menyebabkan sebatang pohon di pinggir Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh, kawasan Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga tumbang. Pohon tersebut tumbang ke badan jalan dan menimpa seorang pemuda yang sedang melintas dengan sepeda motor menyebabkan meninggal di tempat.

Laporan harian yang dirilis Pusdalops-PB BPBD Aceh Besar menyebutkan, musibah itu terjadi sekitar pukul 17.18 WIB saat angin kencang dan hujan dengan intensitas sedang.

Bersamaan dengan tumbangnya pohon (diduga pohon angsana), seorang pemuda bernama Syawali Saputra (21), warga Dusun Geulumpang, Gampong Lamgaboh, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar melintas dengan sepeda motor. Waktu itu korban sedang dalam perjalanan pulang ke Lamgaboh dari tempat kerjanya di Kota Kota Banda Aceh.

“Sesampai di lokasi kejadian yang berjarak sekitar dua kilometer lagi dengan Gampong Lamgaboh, pohon di pinggir jalan itu pun tumbang dan menimpa tepat ke arah korban. Korban dilaporkan patah leher menyebabkan darah muncrat dari telinga hingga menggenangi badan jalan,” kata seorang warga Nusa.

Merespons laporan tersebut, petugas Pusdalops-PB BPBD Aceh Besar bersama tim pemadam Pos Peukan Bada langsung meluncur ke lokasi dipimpin Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Farhan AP.

Ketika tim BPBD Aceh Besar tiba di lokasi, pohon yang tumbang melintang badan jalan sudah selesai dibersihkan dengan melibatkan satu unit alat berat. Begitu juga korban yang diyakini meninggal di lokasi dievakuasi oleh masyarakat ke Puskesmas Lhoknga.

Sejak kejadian hingga selesai pembersihan pohon dan evakuasi korban, ruas jalan tersebut sempat macet.

Seorang sumber di Puskesmas Lhoknga yang dihubungi Prohaba mengatakan ketika korban tiba di puskesmas sudah meninggal dunia. Darah masih tetap mengucur dari telinga karena diduga terjadi benturan keras menyebabkan leher korban patah.

Kapolres Aceh Besar melalui Kapolsek Lhoknga, Iptu Muliadi mengatakan, korban yang tercatat sebagai warga Gampong Lamgaboh, Kecamatan Lhoknga yang tertimpa pohon tersebut sempat dibawa ke Puskesmas Lhoknga, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Merespon cuaca buruk yang melanda beberapa wilayah Aceh sejak beberapa waktu terakhir, Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati melakukan aktivitas di luar rumah termasuk dalam perjalanan.

“Kejadian tumbang tiang listrik di pinggiran Jalan Nasional Meulaboh-Tapaktuan, kawasan Abdya pada Kamis (18/7) malam dan tumbang pohon di pinggiran Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh, kawasan Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar pada Sabtu (20/7) sore menyebabkan satu orang kritis dan seorang lainnya meninggal harus menjadi perhatian kita semua betapa cuaca buruk sangat berisiko terhadap keselamatan,” kata Wakil Ketua Forum PRB Aceh, Yarmen Dinamika.

Menurut Yarmen, dalam kondisi cuaca buruk berupa angin kencang (badai) disertai hujan, diingatkan untuk menghindari lokasi-lokasi rawan seperti pepohonan, tiang listrik, papan reklame, dan material bangunan lainnya yang berpotensi copot atau tumbang diterjang angin. 

Ancaman petir, kata Yarmen juga harus selalu diwaspadai dengan cara tidak beraktivitas pada titik-titik rawan seperti di areal persawahan maupun hamparan terbuka.

“Potensi longsor dan tumbang pepohonan di sepanjang jalan Gunong Kulu, Gunong Paro, dan tebing batu Gunong Geurutee di lintasan Banda Aceh-Meulaboh harus menjadi pertimbangan sebelum melintas, apalagi dalam kondisi cuaca seperti sekarang,” ujar Yarmen.

Forum PRB Aceh juga me-warning nelayan untuk lebih mewaspadai kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk turun melaut. 

Begitu juga angkutan penyeberangan di jalur Ulee Lheue-Balohan, LabuhanHaji-Simeulue, Meulaboh-Simeulue, Singkil-Simeulue, Singkil-Pulau Banyak, dan Ulee Lheue-Pulo Aceh diingatkan untuk tidak berspekulasi dalam kondisi cuaca seperti saat ini. “Pedomani dan terus memantau kondisi cuaca yang dikeluarkan BMKG demi keselamatan pelayaran,” demikian Wakil Ketua Forum PRB Aceh.(nas/fit)

Editor : bakri