Prohaba.co
Terjaring Razia, Pengemis Lumpuh Tolak Dipapah Petugas
Selasa, 30 Juli 2019 10:41 WIB
serambinews_pengemis.jpg
PROHABA/SAIFUL BAHRI
Seorang pengemis lumpuh merangkak masuk ke Kantor Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Senin (29/8) sore.
LHOKSEUMAWE - Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Senin (29/7) sore merazia gelandangan dan pengemis (gepeng) di sejumlah lokasi di kota tersebut. Hasilnya, 20 pengemis terjaring, pria maupun wanita.

Pengemis terjaring di sejumlah lokasi seperti di depan supermarket, pasar, SPBU, dan persimpangan jalan. Mereka dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe untuk pendataan.

Pantauan Prohaba, saat sampai di Kantor Satpol PP dan WH, semua gepeng yang diangkut dengan mobil patroli disuruh masuk ke dalam kantor. 

Namun seorang pria yang kondisi kakinya lumpuh, sejak diturunkan dari mobil, secara tegas menolak dipapah petugas. Dia nekat merangkak dengan menggunakan tangan yang dilapisi sandal. Sedikit demi sedikit dia pun terus merangkak hingga beberapa menit kemudian berhasil mencapai depan pintu kantor. 

Akhirnya sang pengemis lumpuh ini hanya duduk di lantai dekat pintu kantor. Sedangkan pengemis lainnya dimasukkan ke dalam ruang yang selama ini dijadikan sebagai ruang tahanan. Di dalam ruangan tersebut, para pengemis didata oleh petugas Dinas Sosial.

Kasatpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Dr Irsyadi menyebutkan, penertiban dilakukan sesuai arahan pimpinan. “Setelah kita amankan, maka para pengemis tersebut selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial untuk proses pembinaan,” kata Irsyadi.(bah)

Editor : bakri