Prohaba.co
Bawa Pacar ke Medan Tauke Ayam Ditangkap, Korban Mengaku Disetubuhi
Kamis, 29 Agustus 2019 17:51 WIB
serambinews_mesum.jpg
KASAT Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Adhitya Pratama SH SIK di sela-sela konferensi pers di Mapolres Aceh Utara, Rabu (28/8) sore menginterogasi pria berinisial KL (26) yang dilaporkan menyetubuhi seorang gadis berusia 16 tahun di Medan.

LHOKSUKON – Seorang gadis berusia 16 tahun, sebut saja namanya Nila dari Aceh Utara mengaku disetubuhi oleh seorang laki-laki berinisial KL (26) yang juga warga Aceh Utara di sebuah hotel di Medan. Kini laki-laki yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang (tauke) ayam tersebut sudah ditangkap dan diamankan untuk menjalani proses hukum.

 

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, AKP Adhitya Pratama SH SIK mengatakan, kasus tersebut dilaporkan oleh keluarga korban pada Jumat, 23 Agustus 2019.

 

“Pelakunya sudah ditangkap dan diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan,” kata Kapolres Aceh Utara melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama pada konferensi pers di Mapolres Aceh Utara, Rabu (28/8) sore.

 

Pelaku yang dilaporkan itu berinisial KL (26) warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara yang sehari-sehari dikenal sebagai pedagang ayam.

 

Menurut polisi, pria tersebut diduga sudah melakukan perbuatan persetubuhan terhadap korban yang masih berumur 16 tahun, berstatus pelajar di Aceh Utara.

 

Kasus itu sendiri, menurut polisi berawal Rabu, 21 Agustus 2019 sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu KL menghubungi korban mengajaknya jalan-jalan ke Medan. Namun korban sempat menolak ajakan itu.

 

Pada malam harinya sekira pukul 22.00 WIB, KL kembali menghubungi dan membujuk Nila agar mau jalan-jalan ke Medan. Menurut korban, ketika diajak pada malam harinya nada ajakannya agak memaksa sehingga korban mengiyakan namun dengan syarat tdak melakukan macam-macam terhadap dirinya.

 

“Setelah syarat disepakati, pada malam itu juga sekira pukul 23.00 WIB, KL menjemput korban di depan rumahnya, dan mereka pun berangkat ke Medan dengan mobil CRV milik terlapor. Korban berangkat tanpa sepengetahuan orangtuanya,” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Utara menceritakan kronologi awal kasus tersebut.

 

Pada Kamis (22/8) pagi sekira pukul 07.00 WIB, terlapor dan korban tiba di Medan dan menginap di sebuah hotel. “Sesampai di hotel tersebut, terlapor langsung memaksa korban melakukan hubungan badan (persetubuhan) namun korban menolak. Akan tetapi karena terus menerus dipaksa, sehingga perbuatan persetubuhan itu terjadi,” lanjut AKP Adhitya Pratama.

 

Korban dilaporkan pulang sendiri ke kampungnya di Aceh Utara dengan menumpang bus umum pada 23 Agustus 2019. Sesampai di kampung, korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orangtuanya.

 

Tak terima dengan kejadian itu, orangtua korban membuat laporan resmi ke Polres Aceh Utara.

 

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, AKP Adhitya Pratama menyebutkan, setelah menerima laporan dari pihak korban terkait kasus persetubuhan tersebut, polisi langsung memeriksa korban sebagai saksi.

 

Pemeriksaan saksi korban untuk mengetahui kronologis kasus dan juga meminta keterangan dari sejumlah saksi lainnya.

 

Untuk kepentingan proses hukum, penyidik juga sudah membawa korban ke rumah sakit di Lhokseumawe untuk visum. “Saksi-saksi sudah kita mintai keterangan. Tersangkanya juga sudah kita amankan. Kasus ini akan terus kita dalami,” pungkas Kapolres Aceh Utara melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama.(jaf/nas)


Editor : bakri