Prohaba.co
Penjual Jambu dan Es Krim Duel di Tempat Pesta, Satu Masuk Rumah Sakit, Satu Ditahan
Jumat, 6 September 2019 12:03 WIB
serambinews_bunuh1.jpg
Foto Dok Polres Aceh Timur
Pedagang es krim Hermansyah (42) mengalami luka parah di lengan setelah dilukai menggunakan pisau oleh pedagang jambu biji bernama Abdul Hadi (39), keduanya warga Aceh Timur.
IDI - Acara resepsi pernikahan pada salah satu rumah di Gampong Seuneubok Punti, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, Rabu (4/9/2019) pagi, berubah menjadi ajang perkelahian antara dua pedagang yang sama-sama berjualan di tempat tersebut. Akibatnya, seorang dari mereka harus masuk rumah sakit karena mengalami luka parah terkena sabetan sangkur oleh pedagang lain. Sementara pelaku terpaksa mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.  

Pedagang yang terlibat duel itu adalah Hermansyah (42), penjual es krim asal Gampong Alue Ie Itam, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur, dan Abdul Hadi (39), penjual jambu biji asal Gampong Beusa Seuberang, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur. Hermansyah harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Zubir Mahmud, Aceh Timur, karena mengalami luka parah di lengan kanan setelah terkena sabetan sangkur yang diayunkan Abdul Hadi saat mereka berkelahi sekitar pukul 10.30 WIB. 

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, melalui Kapolsek Idi Tunong, Iptu Darli SH, kepada Prohaba, Kamis (5/9/2019), menjelaskan kronologi perkelahian kedua pedagang tersebut. Awalnya, kata Kapolsek, pada Rabu (4/9/2019) sekitar pukul 10.30 WIB, Abdul Hadi dan Hermansyah sama-sama berjualan di sekitar lokasi resepsi pernikahan pada salah satu rumah di Gampong Seuneubok Punti. Mereka berjualan di tepi jalan dengan kondisinya menanjak dan sempit.

Saat itu, sambung Iptu Darli, korban (Hermansyah) yang posisinya sedang jalan menurun meminta pelaku (Abdul Hadi) untuk meminggirkan becak tempat ia menjual jambu biji. Tapi, Abdul Hadi tidak mau memindahkan becaknya karena ia lebih dulu meminta Hermansyah untuk memindahkan becaknya, karena posisi pelaku sedang menanjak. Karena tidak ada yang mau mengalah, tambah Kapoksek, terjadilah cek cok mulut antara kedua pedagang tersebut yang akhirnya berlanjut ke perkelahian. Saat itu, korban sempat menendang pelaku dengan kaki kanan hingga mengenai pinggang kanannya.

Secaras fisik, postur tubuh korban lebih besar dan tinggi dibanding pelaku. “Karena merasa postur tubuhnya lebih kecil, pelaku kemudian mengambil sebilah sangkur dari dalam tas selempangnya dan kemudian langsung mengayunkan ke arah korban. Sehingga mengenai Hermansyah yang menyebabkan lengan kanannya mengalami luka robek yang parah,” jelas Kapolsek.

Mengetahui kejadian itu, tambah Iptu Darli, Keuchik Seuneubok Punti langsung melapor ke Mapolsek Idi Tunong untuk ditangani. “Tak lama kemudian, korban langsung kita bawa ke Puskesmas Idi Tunong dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Zubir Mahmud untuk dirawat. Sedangkan pelaku kita amankan untuk diproses hukum,” jelas Kapolsek seraya menyebutkan semua barang bukti dalam kejadian itu juga sudah diamankan pihaknya.

Ditambahkan, tersangka dijerat melanggar Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sebab, penganiayaan yang dilakukan pelaku termasuk penganiayaan berat, karena tangan korban mengalami luka dan kemungkinan tidak dapat berfungsi lagi secara normal. (c49)


Editor : bakri