Prohaba.co
Belasan Wanita Terjaring Razia WH di Aceh Barat
Jumat, 25 Oktober 2019 15:39 WIB
MEULABOH - Belasan wanita dan pria tejaring razia oleh Wilayatul Hisbah (Polisi Syariat Islam) karena tak berbusana islami di Jalan Gajah  Mada depan Kantor Bupati Aceh barat, Kamis (24/10/2019). 

Dalam razia tersebut ada juga pria yang sempat melakukan protes terhadap petugas lantaran tidak terima dirazia dan didata oleh petugas, karena ia mengaku hanya memakai celana pendek yang menurutnya tidak melanggar ketentuan syariat Islam karena celana menutup lututnya.

Sementara itu sejumlah wanita dalam razia itu tidak ada yang protes, tapi di antara mereka rata-rata mengaku terburu-buru, sehingga harus memakai celana jin atau celana ketat. 

Namun. pihak petugas seusai melakukan pendataan terhadap pelanggar langsung memberikan arahan di tempat agar setelah ini mereka tidak lagi mengenakan busana yang tak islami.
Dalam razia tersebut, selain polisi syariat Islam, juga melibatkan polisi militer dan Polri, sehingga setiap pelanggar tidak berkutik. 

Razia yang berlangsung di depan Kantor Bupati Aceh Barat  itu sebagian besar yang terjaring razia adalah perempuan dan beberapa orang pria dewasa karena memakai busana yang memperlihatkan aurat atau lekuk tubuh.

Aharis Mabrur, Kabid Wilatul Hisbah pada Kantor Satpol PP dan WH Aceh Barat kepada Prohaba, Kamis (24/10/2019) mengatakan, razia yang dilaksanakan itu merupakan bagian dari pembinaan dan ajakan bagi umat Islam supaya menjaga auratnya. “Ke depan kita harapkan tidak ada lagi yang mengumbar aurat di depan umum di kabupaten ini, maupun di seluruh kabuapten/kota lainnya di Aceh,” ujarnya. 

Razia busana tak islami itu dilaksanakan berdasarkan Pasal 23 jucnto Pasal 13 Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Akidah, Ibadah, dan Syiar Islam yang berlaku di Aceh. 

Razia tersebut juga sebagai peringatan dan teguran kepada setiap warga yang terjaring agar ke depan tidak lagi memakai pakaian yang tidak islami. Disebutkan, saat ini para pelanggar hanya didata, kemudian diberikan nasihat agar tidak lagi mengulangi perbuatan serupa. (c45)

Editor : bakri