Prohaba.co
Tabrak Kerbau di Pidie, Dua Warga Meninggal
Kamis, 5 Desember 2019 16:09 WIB
serambinews_kerbau.jpg
TABRAKAN yang melibatkan sepeda motor dengan seekor kerbau di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Rabu (4/12) dini hari selain menyebabkan ternak tersebut mati, kedua pengendara sepeda motor juga menemui ajal.

SIGLI ā€“ Dua pengguna jalan yang sedang melintas di Jalan Nasional Banda Acehā€‘Medan, kawasan Gampong Tunong, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie menemui ajal ketika sepeda motor yang mereka tunggangi menabrak kerbau yang ā€˜berkandangā€™ di lintasan tersebut, Rabu (4/12) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

 

Dua warga yang menemui ajal akibat tabrakan dengan ternak di wilayah Pidie tersebut adalah Muhammad Ali Saidi (34), warga Gampong Tiba Raya, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie dan Tarmizi (42), warga Keureutong Lapang, Aceh Utara.

 

Kasus itu terjadi ketika Muhammad Ali sedang mengemudikan sepeda motor Honda Supra X BL 6446 LE membonceng Tarmizi. Keduanya sedang dalam perjalanan dari arah Banda Aceh ke Sigli.

 

Tabrakan keras itu bukan hanya menyebabkan Muhammad Ali dan Tarmizi meninggal tetapi kerbau yang ditabrak juiga mati.

 

Informasi yang dihimpun Prohaba menyebutkan, kecelakaan maut itu terjadi di kawasan Gampong Tunong, Kecamatan Padang Tiji yang berjarak sekitar 18 kilometer lagi dengan Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie.

 

Kapolres Pidie, AKBP Andy NS Siregar SIK mengatakan, sepeda motor yang dikemudikan Muhammad Ali diperkirakan melaju dengan kecepatan tinggi. Sesampai di TKP kepergok dengan kawanan kerbau menyebabkan pengemudi sepeda motor terkejut dan hiloang kendali.

 

Sepeda motor menabrak seekor kerbau menyebabkan benturan keras. Kedua pengendara sepeda motor terbanting ke badan jalan menyebabkan luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia akibat pendarahan hebat. Kerbau yang ditabrak juga mati.

 

Menurut AKBP Andy, kasus pengendara sepeda motor tabrak kerbau yang menyebabkan dua orang meninggal sudah ditangani Kanit Laka Polres Pidie. Kedua jenazah korban yang sempat dievakuasi ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli telah dijemput pihak keluarga.

 

Kapolres Pidie menjelaskan, kedua korban menderita luka berat dengan pendarahan hebat di bagian kepala. Diharapkannya agar insiden itu menjadi pelajaran bagi pengguna jalan untuk selalu berhatiā€‘hati saat berkendaraan. ā€œSupaya tidak ngebut saat mengendarai kendaraan.

 

Hampir semua kabupaten/kota di Aceh memiliki yang namanya qanun atau peraturan daerah yang mengatur tentang penertiban hewan ternak, termasuk yang berkeliaran di tempat umum, apalagi di jalan raya.

 

Di Kabupaten Pidie, urusan hewan ternakā€”termasuk penertiban maupun sanksi terhadap pemilik yang melanggar aturanā€‘ā€‘ diatur dalam Qanun Nomor 7 Tahun 2012. 

 

Ironisnya, meskipun sudah ada aturan, tetapi hewan ternak masih terlihat berkeliaran bebas, bahkan berkandang di jalan.

 

ā€œBerdasarkan faktaā€‘fakta yang terlihat di lapangan, hampir bisa dipastikan Pemkab Pidie belum secara maksimal melaksanakan amanat Qanun Nomor 7 Tahun 2012. Korban terus berjatuhan di jalan raya akibat hewan ternak berkeliaran bebas,ā€ kata seorang warga Sigli menanggapi insiden tewasnya dua pengendara sepeda motor akibat menbrak kerbau di kawasan Padang Tiji, Rabu (4/12) dini hari.

 

Catatan Prohaba, hampir sepanjuang Jalan Nasional Banda Acehā€‘Medan di Kabupaten Pidie rawan kecelakaan akibat banyaknya hewan ternak berkeliaran.

 

Kawasan yang tergolong rawan tersebut antara lain jalan dari Kecamatan Muara Tiga (Laweung) hingga Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga. Di lintasan ini banyak lembu yang lalu lalang atau ā€˜berkandangā€™ di badan jalan.

 

Titik yang paling parah berkeliaran hewan ternak yaitu di Padang Tiji, Grongā€‘grong, Kota Sigli, Bambi, Kecamatan Peukan Baro, Caleu (Kecamatan Indrajaya), Pasar Beureunuen dan Kecamatan Glumpang Tiga. ā€œMaka, tetaplah berhatiā€‘hati saat melintas,ā€ imbau seorang warga Pidie.(naz)


Editor : bakri