Prohaba.co
Operasi UndercoverJaring Tiga, Pengedar Sabu di Banda Aceh
Kamis, 16 Januari 2020 17:04 WIB

BANDA ACEH – Tim Opsnal Unit I Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh menangkap tiga pengedar sabu di Jalan T Panglima Polem, Banda Aceh melalui satu operasi penyamaran (undercover).

 

Tiga pengedar sabu yang berhasil diringkus itu masing‑masing berinisal ARD (27), warga Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, serta dua pelaku lainnya asal Pidie, AS (24) dan AZ (48).

 

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasat Narkoba, Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang SIK mengatakan, operasi undercover itu dilaksanakan Selasa (14/1). Ketiga pengedar ditangkap dalam satu hari di depan sebuah toko di Jalan T Panglima Polem, Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

 

“Setelah satu pengedar berinisial AS diringkus, kita pancing dua tersangka lainnya untuk datang," kata Boby.

 

Menurut Kompol Boby, undercover yang dilakukan petugas Unit I Satuan Narkoba berhasil menggiring AS, pengedar sabu dengan ikut membawa serta sabu‑sabu sebanyak 50,66 gram untuk dijual kepada petugas.

 

"Keberadaan tiga pengedar sabu tersebut sudah sangat meresahkan. Soalnya mereka sudah mulai berani menjual barang haram tersebut secara terang‑terangan,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Abdya ini.

 

Menurut Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh, untuk meringkus para pengedar ini, petugas intens melakukan penyelidikan. Hal itu dikarenakan, para tersangka ini berpindah‑pindah tempat selama 4 hari untuk bisa menjual sabu secara terang‑terangan kepada siapa saja yang ingin menggunakan atau memiliki barang terlarang itu. "Satu‑satunya cara petugas harus melakukan undercover," jelas Kompol Boby.

 

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasat Narkoba, Kompol Boby Putra Ramadan Sebayang SIK menceritakan, teknis penyamaran yang dilakukan pihaknya berjalan sesuai rencana bahkan mendapat respons cukup baik dari AS, tersangka yang pertama kali dibekuk.

 

Bahkan antara petugas yang menyamar sebagai pembeli dengan AS tercapai kesepakatan, di mana harga sabu sebanyak dua ons akan dijual seharga Rp 140 juta. Namun pada saat petugas yang menyamar itu bertemu langsung dengan AS, ternyata AS hanya membawa setengah ons sabu dari dua ons yang dijanjikan. Harga setengah ons itu pun ditawarkan Rp 53 juta.

 

"Tersangka AS mengaku dia hanya menerima setengah ons dari ARD dan AZ, dua pengedar lainnya untuk dijual kepada pembeli (petugas yang menyamar)," sebut Kompol Boby.

 

Rencana transaksi pun akhirnya mulai disepakati, dimana petugas sempat meminta kepada tersangka AS untuk memperlihatkan sabu‑sabu yang akan dibeli tersebut. Namun, tersangka AS meminta kepada petugas yang menyamar itu untuk memperlihatkan uang terlebih dahulu.

 

"Petugas pun menunjukkan sejumlah uang. Lalu, tersangka AS pun memperlihatkan sabu‑sabu kepada petugas. Khawatir target kita ini lolos, tersangka AS langsung diringkus petugas yang sudah standby di lokasi, " lanjut Kompol Boby.

 

Sebanyak 50,66 gram yang diamankan tersebut, dibungkus dalam dua plastik bening.

 

"Setelah diinterogasi, tersangka AS mengaku menerima barang itu dari PI yang kini masuk DPO, melalui perantara ARD," ungkapnya.

 

Tersangka ARD akhirnya ditangkap setelah polisi menggiring tersangka AS untuk menghadirkan ARD ke lokasi di Jalan T Panglima Polem. Begitu juga AZ, polisi ikut meminta para tersangka untuk hadir ke lokasi.

 

Akhirnya tiga bandar sabu ini pun diringkus di lokasi yang sama, di Jalan T Panglima Polem.

 

"AS mendapatkan sabu sebanyak 50,66 gram tersebut dari tersangka DPO PI, di kawasan Lampulo, Banda Aceh. Pada saat sabu‑sabu itu diambil dari PI, ikut disaksikan oleh ARD dan AZ yang juga pengedar, " kata Boby.

 

Ketiga tersangka akhirnya memainkan peran masing‑masing sebagai pengedar. Namun, belum sempat barang itu terjual, petugas sudah duluan menggagalkannya. "Rencananya kalau sabu‑sabu itu terjual keuntungannya akan dibagi sama. Kini ketiga tersangka sudah di Mapolresta Banda Aceh untuk penyidikan lebih lanjut," pungkas Boby

 

Para tersangka dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2), Undang‑Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (mir)


Editor : bakri