Prohaba.co
Warga Abdya Tanam Ganja di Kebun Sawit, Pelaku Juga Miliki Sabu
Sabtu, 15 Februari 2020 16:15 WIB
serambinews_150220_adv_8.jpg
KAPOLRES Abdya, AKBP Moh Basori SIK didampingi Kabag Ops, AKP Haryono dan Kasat Resnarkoba, Ipda Mahdian Siregar memperlihatkan barang bukti tanaman ganja bersama tersangka JYB pada konferensi pers di Mapolres Abdya, Jumat (14/2).

BLANGPIDIE – Polisi menangkap seorang laki‑laki berinisial JYB bin Tgk B (33), pemilik ladang ganja dalam areal kebun sawit di kawasan Desa Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya.

 

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK dalam konferensi pers di Mapolres Abdya, Jumat (14/2) mengatakan, ladang ganja yang ditemukan itu berada dalam areal kebun sawit yang jauh dari pemukiman penduduk milik tersangka JYB.

 

Setelah polisi mendapat informasi tananam ganja di lahan seluas lebih kurang 100 meter persegi dalam areal kebun sawit, tim Sat Resnarkoba Polres Abdya dibantu personel Polsek Kuala Batee langsung bergerak mengintai tersangka pemiliknya. “JYB bin Tgk B ditangkap saat menjemput anaknya di sekolah, Kamis (13/2) siang,” kata AKBP Moh Basori.

 

Kepada polisi, JYB mengakui menanam ganja di atas lahan seluas 100 meter persegi dalam areal kebun sawit miliknya di kawasan  Desa Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee.

 

Berdasarkan pengakuan itu, tim Sat Resnarkoba dan Polsek Kuala Batee menuju TKP memusnahkan ladang ganja tersebut dengan cara mencabut sebanyak 77 batang.  “Tanaman ganja berjumlah 77 batang itu berumur antara 1  sampai 4 bulan,” kata Kapolres AKBP Moh Basori didampingi Kabag Ops, AKP Haryono dan Kasat Resnarkoba, Ipda Mahdian Siregar.

 

Bukan hanya terjerat kasus tanaman ganja, JYB juga menjadi tersangka kepemilikan dan dugaan pengedar sabu. Polisi menemukan 4 peket sabu siap edar disimpan di dalam tas di rumahnya. Kini tersangka sudah ditahan di Mapolres Abdya.

 

Menurut Kapolres Abdya, tersangka dijerat pasal 111 ayat (2), sub pasal 112 ayat (1) sub pasal 114 ayat (1) dari Undang‑Undang Nomor 35 Tahun 2009  tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara  paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (nun)


Editor : bakri

Aceh-barat-daya Populer