Prohaba.co
Balita Ditemukan di Julok Dibuang Ibu Kandungnya
Sabtu, 29 Februari 2020 15:44 WIB
serambinews_290220_adv_8.jpg
PIHAK keluarga melihat kondisi Putri Bilqis, bayi berusia dua tahun yang kini dalam pengasuhan UPTD Dinsos Aceh Timur setelah ditemukan dibuang oleh ibu kandungnya di pinggiran Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Kecamatan Julok, Aceh Timur, Rabu (26/2) subuh.

IDI – Bayi berusia di bawah lima tahun (balita) yang ditemukan di pinggiran Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, kawasan Kecamatan Julok, Aceh Timur, Rabu menjelang subuh, 26 Februari 2020 disebut‑sebut sengaja dibuang oleh ibu kandungnya.

 

Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Ir Elfiandi melalui Kepala PTD Ayeum Mata, Wadi Fatimah SH kepada Prohaba, Jumat (28/2). “Iya, anak ini ditinggalkan oleh ibu kandungnya di pinggiran jalan di Kecamatan Julok, saat perjalanan dari Banda Aceh menuju Kota Langsa. Ibu kandung bayi itu bernama Intan," ungkap Wadi Fatimah.

 

Menurut Wadi Fatimah, informasi mengejutkan itu diketahui berdasarkan keterangan Abdullah, abang tiri bayi perempuan tersebut saat mendatangi UPTD Dinsos Aceh Timur, Kamis (27/2) sore. Anak berusia saekitar dua tahun itu bernama Putri Bilqis.

 

Mengutip keterangan Abdullah, Putri Bilqis selama ini tinggal bersama ayah dan ibunya di rumah kontrakan di Banda Aceh.

 

Namun, sejak seminggu belakangan ibu kandung Bilqis menemani ayahnya yang dirawat karena sakit parah di RSUD Langsa. Sedangkan Bilqis ditinggal bersama makciknya di Banda Aceh.

 

Menjelang kejadian itu, Intan ke Banda Aceh menjemput bayinya untuk dibawa ke Langsa bertemu sang ayah yang sedang sakit. Tapi dalam perjalanan dari Banda Aceh ke Langsa, setiba di Julok, Rabu (26/2) sekitar pukul 04.00 WIB, mereka turun dari bus dan si ibu meninggalkan anaknya sendirian di pinggir jalan tanpa pakaian. Sedangkan si ibu kembali naik ke bus menuju Langsa untuk menemui suaminya yang sedang dirawat di rumah sakit. Belum diketahui motf perempuan itu meninggalkan anaknya yang masih merah di jalan.

 

“Setiba di rumah sakit, suaminya bertanya kemana Bilqis? Tapi istrinya menjawab Bilqis ditinggal di Idi. Kemudian, Rabu pagi itu sekitar puku 09.00 WIB, makcik dan abang si bayi mendapatkan informasi bahwa Bilqis ditemukan di kawasan Julok. Si abang menanyakan kepada ibu tirinya, dan si ibu mengakui perbuatannya telah meninggalkan Bilqis di jalan,” ungkap Wadi Fatimah mengutip informasi yang diterima pihaknya.

 

Kabar terbaru menyebutkan, hingga kemarin keberadaan sang ibu yang membuang anaknya itu tidak diketahui. Perempuan tersebut langsung menghilang ketika kabar berita meninggalkan anak di jalan merebak. Bahkan, nomor hp yang biasa digunakannya sudah tidak aktif.

 

Seperti diberitakan, Bayi perempuan berumur sekitar dua tahun  ditemukan di pinggir Jalan Nasional Banda Aceh‑Medan, kawasan Gampong Blang Gleum, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Rabu (26/2) pagi pukul 04.50 WIB.

 

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro SIK MH melalui Kapolsek Julok AKP Masri Aswara mengatakan bayi perempuan itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Mahdir (30) ketika warga tersebut pulang dari warkop sekitar pukul 04.50 WIB.

 

Saat ditemukan, balita tersebut sendirian di pinggir Jalan Nasional Banda Aceh‑Medan. Bayi perempuan yang tampak kebingungan itu hanya menggunakan pampers dan celana dalam warna merah tanpa baju. Mahdir memanggil temannya, Sadri untuk melihat bayi itu.

 

"Saat didekati, sang bayi menangis sambil memanggil 'mak, mak'. Kemudian warga membawa anak itu ke rumah Junaidi yang dekat dengan lokasi penemuan," kata Kapolsek Julok, Masri Aswara. Dalam perkembangan selanjutnya, sang bayi diserahkan ke Dinsos Aceh Timur.

 

Pihak Dinsos Aceh Timur melalui Kepala UPTD Ayeum Mata, Wadi Fatimah SH dan petugas Satuan Bhakti (Sakti) Peksos Cut Fahrayeni, Jumat (28/2) membezuk ayahanda dari Putri Bilqis bernama Ali yang sedang dirawat di RSUD Kota Langsa akibat sakit parah. , Menurut Ali, dirinya tak tahu bagaimana ceritanya hingga istrinya tega menelantarkan anak kandung mereka di jalan.

 

Ali mengetahui peristiwa itu setelah diberitahu oleh anaknya, Abdullah yang merupakan abang tiri Putri Bilqis.

 

“Ali sempat menangis membayangkan kejadian itu. Dia tak mengerti kenapa sang istri begitu tega meninggalkan anak di jalan,” kata Wadi Fatimah menjelaskan pertemuan mereka dengan Ali di rumah sakit.

 

Ali bercerita ia sudah setahun lumpuh sehingga segala kebutuhan rumah tangga dicari oleh istrinya sambil merawatnya dan membesarkan anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan di Banda Aceh. Ali bekerja sebagai tukang bangunan tapi sejak sakit semua tanggungjawab rumah tangga beralih ke Intan, istrinya.

 

Ali sempat menduga istrinya nekat melakukan hal itu karena beratnya beban hidup yang ia jalani sehingga membuatnya stres.

 

Setelah membezuk Ali di rumah sakit, tim Dinsos Aceh Timur juga berkunjung ke rumah kakak Ali di Matang Seulimeng, Kota Langsa. Dari kakaknya diketahui Ali dan istrinya sudah seminggu di Langsa untuk menjalani pengobatan.

 

Sedangkan Bilqis hingga Jumat kemarin masih dalam pengasuhan Dinsos Aceh Timur. Meski pihak keluarga menyatakan sudah bersedia merawat Bilqis tapi pihak dinsos belum bisa menyerahkannya karena kasus ini sedang dalam proses hukum kepolisian.(c49)


Editor : bakri