Prohaba.co
Gadis Cantik di Pidie Tewas Tergantung
Kamis, 28 Mei 2020 11:02 WIB
serambinews_280520_adv_13.jpg
POLISI melakukan identifikasi di lokasi kejadian Nanda Dewi Susanti ditemukan tewas tergantung di Gampong Rambong, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Selasa (26/5).
SIGLI - Entah apa yang mendorong gadis berparas cantik bernama Nanda Dewi Susanti (24) ini nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Kematiannya secara tragis bukan hanya menyisakan duka tetapi juga misteri.

Gadis yang akrab disapa Nanda ini ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung dengan tali nilon di kusen
rumahnya, Dusun Meunasah Cot, Gampong Rambong, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Selasa (26/5) sekitar pukul 11. 00 WIB atau pada hari ke-3 Idul Fitri 1441 H.

Nanda yang berkulit putih itu terlihat pertama sekali dalam posisi tergantung oleh ayahnya, M Nasir. Sang ayah yang berusaha memanggil anaknya tak ada respons mendongkel jendela dan mengintip ke dalam.  Saat itulah terlihat putrinya tergantung di kusen pintu kamar. “Melihat anaknya tergantung, sang ayah panik dan mendobrak pintu rumah sambil memanggil warga untuk membantu,” kata  Keuchik Rambong, Safwan Husen kepada Prohaba, Selasa (26/5/2020) menceritakan kejadian yang menimpa warganya.

Menurut Keuchik Rambong, sekitar dua jam sebelum ditemukan tergantung, kakak kandung Nanda sempat mengetuk pintu rumah Nanda untuk mengajak adiknya ke Banda Aceh. Karena tak ada jawaban, kakaknya langsung meninggalkan rumah tersebut. 

“Nah, pada pukul 11.00 WIB, ayahnya pulang dengan mengetuk pintu rumah, juga tidak ada jawaban dan selanjutnya terlihatlah peristiwa tragis itu,” ujar Keuchik Safwan. Dari lokasi kejadian, jenazah Nanda dibawa ke RSUD Tgk Abdullah Syafiie Beureunuen, namun setelah divisum langsung dibawa pulang karena pihak keluarga tak mengizinkan diautopsi. 

Menurut keterangan, sehari- hari Nanda bekerja di toko ponsel di Sigli. Setiap pulang kerja Nanda pulang ke rumah orang tuanya yang dia tempati  sendiri. Rumah itu dekat dengan rumah kakak kandungnya dan keluarga ayahnya.
Ayahnya bekerja sebagai tukang ojek sedangkan ibunya bersama satu adik korban tinggal di kios di pinggir jalan nasional di kawasan Blang Malu, Mutiara Timur. 

Pada malam sebelum kejadian, Nanda sempat ke kios tempat tinggal orang tuanya untuk makan malam. Malam itu korban sempat duduk-duduk dengan saudaranya. “Tak ada tanda-tanda mencurigakan,” ujar Keuchik Safwan mengutip informasi dari pihak keluarga. Masih menurut Keuchik Safwan, selain bekerja di toko ponsel, Nanda juga sering membantu ayahnya menjajakan kueh setiap menjelang Lebaran, bahkan sampai ke Meulaboh.

“Kalau ada hubungan asmara dengan laki-laki tertentu saya tidak tahu sebab seingat saya korban hampir tidak pernah terlihat diantar ke rumah oleh lelaki,” demikian Keuchik Gampong Rambong. 

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK melalui Kasat  Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama  SH kepada Prohaba mengatakan, penyebab kematian Nanda Dewi Susanti (24) diduga bunuh diri dengan cara menggantung diri di kusen pintu kamar rumah.

“Jenazah korban dibawa ke RSUD Tgk Abdullah Syafiie Beureunuen untuk divisum namun orangtuanya tidak mengizinkan dilakukan autopsi,” kata Iptu Eko.  Belum diketahui motif gadis cantik itu nekat bunuh diri na-mun polisi menduga ada kaitan asmara. 

Meninggalnya Nanda secara tragis menghebohkan warga sekitar. Sebab, Nanda selama ini dikenal gadis yang baik dengan orangtua dan masyarakat. Bahkan, Nanda bersama ayahnya, M Nasir baru pulang dari Meulaboh menjajakan kue Lebaran.

Penelusuran Prohaba, sebelum ditemukan tewas tergantung, korban sempat curhat via WhatsApp dengan seseorang yang disebutnya ‘beb’. Pesan WhatsApp dalam bahasa Aceh yang dikirim Nanda adalah, “kei kaseb eknoe mantong saket, bekle saket ukeu beb, hana sanggop lei kei.” Terjemahan bebas kalimat tersebut, “aku sudah cukup segini saja sakit, jangan lagi sakit ke depan beb, nggak sanggup lagi aku.” 

Menurut Kasat Reskrim Polres Pidie, selain menemukan pesan WhatsApp di ponsel korban juga ada foto tali nilon yang digunakan untuk bunuh diri. Foto tali nilon itu juga sempat dishare korban ke temannya. “Polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti termasuk tali nilon warna hijau yang digunakan korban menggantung diri," ujarnya. (naz)

Editor : bakri